Sinkari, Jahe Seduh Khas Singkawang

by -184 views
Sinkari, Jahe Seduh Khas Singkawang
Sinkari, Jahe Seduh Khas Singkawang

Reaktifnews.com (Singkawang, Kalbar) – Pandemi global Covid-19 dimanfaatkan oleh seorang tenaga medis muda yang bermukim di Singkawang, dr Ihsan Alhadiyusufa untuk berbudidaya tanaman jahe. Ditengah kesibukan utamanya sebagai seorang tenaga medis, pria 30 tahun ini ternyata menatap serius potensi yang terkandung dari tanaman dengan beragam khasiat, diantaranya meningkatkan daya tahan tubuh. Tanpa pikir panjang, lahan yang ia miliki semua ditanami tumbuhan yang juga dapat menghangatkan badan ini.

“Pandemi covid tidak semata berdampak negatif, nyatanya juga membuka peluang usaha. Jahe misalnya, soal manfaatnya untuk kesehatan tubuh jangan diragukan lagi,” kata Ihsan, Selasa (20/10/2020) saat lounching industri rumahan jahe seduh miliknya di Singkawang.

Ihsan selain paham akan tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat ini, kemudian berpikir untuk memproses prodak hilir dari tanaman jahe dengan pangsa pasar dimulai dari Kota Singkawang Kalimantan Barat dan menyisir daerah lain. Ketekunannya dengan dibantu 2 orang karyawan semenjak maret 2020, kini selain faktor permintaanyang semakin meningkat mampu mempekerjakan 8 orang.

Racikan jahe atau dengan nama latin Zingiber officinale yang dipadukan antara lain dengan serai, kayu manis dan bahan alami lainnya itu oleh dr Ihsan Alhadiyusufa kemudian dinamai SINKARI. Nama produk lokal ini merupakan paduan antara nama Kota Singkawang dan Desa Karimunting. Singkawang, merupakan tempat industri rumahan jahe tersebut diolah, sementara Karimunting merupakan nama desa dimana kebun tanaman rimpang tersebut ditanam.

“Berawal dari pengetahuan dan hobi bertanam jahe. Jadi lahan itu saya tanami jahe yang hari itu panen langsung kita olah, pokoknya masih fresh dengan bahan alami lain serta aman dikonsumsi. Sinkari itu sebenarnya singkatan Singkawang dan Karimunting,” tuturnya.

Jahe seduh Sinkari memiliki beragam varian rasa dan kemasan, mulai dari ukuran 200gr dengan gula, 50gr murni (tanpa gula) dan kemasan 25gr. Untuk varian murni tanpa gula, sengaja oleh dr Ihsan Alhadiyusufa hadirkan agar orang-orang yang tidak terlalu sukamanis atau dilarang mengkonsumsi gula tetap dapat menikmati jahe seduh ini dengan aman. Soal pemasaran diakuinya masih tahap reseller dan mengandalkan keluarga serta kerabat.

“Untuk saat ini kita punya dua varian rasa, manis dan murni. Mulai dari ukuran 200, 50, dan sachet 25 gram. Jadi yang suka manis maupun tidak semua bisa menikmati khasiat bubuk berkhasiat ini. Cuma ya itu, pemasarannya dibantu pemerintah nanti bisa masuk ke mini market atau swalayan lain,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melalui kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdaginkop) dan UKM, Muslimin, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung industri-industri olahan rumah, termasuk Jahe Seduh Sinkari. Terlebih lagi prodak yang digagas oleh dr Ihsan Alhadiyusufa ini sangat bermanfaat bagi kesehatan.

“Pasti akan kita dukung Sinkari ini semaksimal mungkin. Pemasaran, alat pengolahan, legalitas, semuanya nanti kita fasilitasi. Ini juga harus jadi motivasi UKM lain untuk terus berinovasi dan jangan mudah menyerah di situasi seperti saat ini,” jelasnya. (Top)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.