Covid-19, Pengangguran Terbuka Singkawang Naik 2,47%

by -710 views
Tabel tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Singkawang/Sumber: BPS Singkawang
Tabel tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Singkawang/Sumber: BPS Singkawang

ReaktifNews.com (Singkawang, Kalbar) – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Singkawang mengalami kenaikan sebesar 2,47% pada Agustus 2020 terhadap periode yang sama pada 2019 dari 6,31% menjadi 8,87%. Hal ini dipengaruhi Covid-19, banyak tenaga kerja dirumahkan dan tidak kembali dipekerjakan. Termasuk juga yang di PHK karena Covid-19 membuat permintaan barang jadi turun.

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Singkawang juga menunjukan jika dilihat dari jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat lebih tinggi dibanding perempuan. Pada Agustus 2020, TPT laki-laki sebesar 10,04% dan TPT perempuan 6,79%. Dibandingkan Agustus 2019, TPT laki-laki mengalami kenaikan 3,73% dan TPT perempuan naik 0,48%.

Kepala TU BPS Kota Singkawang Irwan Agustian mengatakan, pada bulan Agustus 2020 persentase pekerja formal di Kota Singkawang sebesar 48,67% (47.571 orang) sedangkan pekerja informal sebesar 51,33% (50.170 orang). Sektor informal mengalami peningkatan sebesar 6,64% dibandingkan keadaan Agustus 2019.

“Sektor yang masih dominan dalam penyerapan tenaga kerja adalah sekotor jasa yakni 56,95%. Didalam sektor jasa termasuk perdagangan, pertanian 22,49% dan di manufaktur atau industri 20,56%,” terang Irwan.

Lebih lanjut, gambaran ketenagakerjaan menurut pendidikan di Kota Singkawang merupakan hal yang menarik pula untuk dicermati. Salah satu tujuannya adalah untuk melihat seberapa besar pasar tenaga kerja dapat menyerap tenaga kerja dengan tingkat keahlian atau keterampilan tertentu sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Pada Agustus 2020 terlihat bahwa hampir separuh penduduk yang bekerja adalah berpendidikan SD ke bawah (43,07 persen). Sedangkan pada tingkat pendidikan SMP sebesar 13,18 persen, SMA umum sebesar 15,43 persen, SMA kejuruan sebesar 13,69 persen, Diploma hanya sebesar 3,47 persen dan S1 ke atas sebesar 11,17 persen.

Kecenderungan yang terlihat adalah semakin tinggi tingkat pendidikan, penyerapan tenaga kerja semakin rendah. Secara persentase, jumlah penduduk bekerja menurut pendidikan kurang dari sama dengan SD, SMA Kejuruan, Diploma I/II/III mengalami peningkatan. Sementara itu, pada tingkat pendidikan SMP, SMA Umum, dan Universitas mengalami penurunan. (oys)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.