Dewan Dukung PEN, Ini Dia Program Prioritasnya

by -318 views
pemulihan ekonomi nasional singkawang
Sosialisasi PEN Kota Singkawang di Ballroom Swissbelinn Singkawang Grand Mall. (Dok/Foto: reaktifnews.com)

ReaktifNews.com (Singkawang, Kalbar) – Dipastikan dalam kebijakan pinjaman daerah Rp 200 Miliar yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020 mendapat dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Singkawang. Sejumlah 20 orang anggota dewan yang hadir dalam dialog sosialisasi kebijakan PEN yang diambil oleh Pemkot Singkawang ini juga dianggap merupakan representatif suara fraksi-fraksi yang ada di DPRD Kota Singkawang.

Dialog di Ballroom Swissbelinn Singkawang Grand Mall, Selasa (5/1) kemarin dipandu oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang Sumastro dan langsung ditanggapi oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie serta turut diikuti oleh Ketua DPRD Kota Singkawang Sujianto serta dinas pengampu (terkait).

Sekda Sumastro diantaranya menegaskan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan sudah dikunci sedemikian rupa dalam dokumen perencanaan kegiatan yang berisi penjelasan atau keterangan mengenai apa, mengapa, siapa, kapan, di mana, bagaimana serta berapa perkiraan biaya suatu kegiatan. Termasuk pula telah melalui pembahasan alot oleh tim dari pemerintah pusat dan daerah.

“Sedemikan rupa dibahas bolak-balik oleh tim pusat dan teknis Pemkot Singkawang. Hal-hal tersebut diyakini mempunyai efek positif terhadap percepatan penyediaan infrastruktur khususnya di bidang pendidikan. Jadi memang sudah dikunci dalam KAK,” terang Sekda Sumastro.

Sebelum menjawab pertanyaan para wakil rakyat, Wali Kota Tjhai Chui Mie mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua DPRD Singkawang Sujianto yang selalu ikut mendampingi serta menyampaikan perkembangan ke para wakil rakyat di DPRD Singkawang sehingga segala sesuatunya bisa dikomunikasikan langsung melalui Ketua DPRD.

“Salam dahsyat, salam sehat. Kita memang harus sehat ini,” kata Sumberanto Tjitra (STJ) dari fraksi NasDem Kota Singkawang, sekaligus wakil rakyat pertama yang diberikan kesempatan memulai pandangannya di pertemuan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 tersebut. Hal menarik disampaikan politisi NasDem Singkawang ini antara lain menyinggung soal pinjaman daerah yang mesti mendapatkan persetujuan dari DPRD, sebagaimana yang tertuang dalam PP No: 30/2001 tentang pinjaman daerah.

Menjawab soalan tersebut, dikatakan Wali Kota Tjhai Chui Mie terkait perlu atau tidak persetujuan dari DPRD sudah langsung ditanyakan, baik melalui Dirjen Keuangan yang turut terlibat dalam proses pinjaman PEN Singkawang kali ini serta Mendagri. “Sudah saya tanyakan langsung apakah perlu semacam surat persetujuan dari DPRD, mereka menjawab tidak perlu Bu. Nanti cukup dilaporkan saja ke DPRD, jadi memang dari awal itu sudah kita tanyakan dan bukan kemauan kami, tapi itulah yang dikatakan oleh pemerintah pusat. Termasuk juga disampaikan oleh Kemendagri, bahwa hal ini pengecualian dimasa pandemi Covid-19. Termasuk ditegaskan juga tidak boleh dobel anggaran,” jelas Wali Kota Tjhai Chui Mie.

Pertanyaan lain yang lebih banyak bersifat teknis juga turut dilontarkan oleh beberapa wakil rakyat lain, antaranya Sodi M Idris, Paryanto, Sesanti P, Eka Chandra, Tasman, Kon Jung Fui serta Susi Wu. Menariknya dalam kesempatan kali ini Susi Wu menyoal soal jalan yang sering kali di bahas namun tidak kunjung disertakan dalam APBD induk dan PEN. Namun demikian, ditegaskan pula olehnya bahwa bahwa dalam PEN kali ini dirinya sangat mendukung perjuangan Pemkot Singkawang melalui Wali Kota Tjhai Chui Mie.

Susi Wu menegaskan dukungannya tersebut bukan tanpa sebab, selain pinjaman PEN ini tanpa bunga dan manfaatnya bisa langsung dirasakan warga Singkawang. “Terserah kalian mau bilang apa di ruangan ini, mau itu pinjaman atau hutang atau apalah. Saya adalah orang dibarisan pertama yang mendukung PEN ini,” ucapnya sambil dibarengi riuh tepuktangan anggota dewan lain.

Sementara itu, prioritas kegiatan dalam pinjaman PEN kali ini antara lain kegiatan pembangunan prasarana jalan, yakni pembangunan Jalan Terminal Induk, Jalan dr Sutomo, Jalan Pulau Natuna, Jalan raya Sebakuan, Jalan Latsitarda, Jalan Revolusi (jln Baru), Jalan Veteran, Jalan KS Tubun, Jalan Yunus Yacob, Jalan H Bakar, Jalan Durian, Jalan Pangmilang SP1-SP2, Jalan Demang Akub, Jalan Sanggau Kulor, Jalan Mantoman, Jalan Trisula, Jalan Sejahtera Sedau, Jalan Malindo, Jalan Hamid Matali, Jalan BLKI dan Jalan Bhineka Bakti.

Sedangkan pembangunan prasarana Sumber Daya Air (SDA) meliputi, pembangunan Perkuatan Tebing sungai H Hasan, pembangunan Perkuatan Tebing Saluran Primer Sungai Wie, pembangunan Perkuatan Tebing Saluran Jl Semai, pembangunan Perkuatan Tebing Saluran Sungai Bulan, pembangunan Perkuatan Tebing Saluran Primer Sungai Setapuk Besar, Pengawasan Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai H Hasan, Pengawasan Pembangunan Perkuatan Tebing Saluran Primer Sungai Wie, Pengawasan Pembangunan Perkuatan Tebing Saluran Jl Semai, Pengawasan Pembangunan Perkuatan Tebing Saluran Primer Sungai Bulan dan Pengawasan Pembangunan Perkuatan Tebing Saluran Primer Sungai Setapuk Besar.

Bidang pendidikan meliputi revitalisasi gedung SDN 23 Singkawang, revitalisasi gedung SMPN 4 Singkawang, pengadaan meubeler SDN se Kota Singkawang, pengadaan meubeler SMPN se Kota Singkawang, pengadaan Media Pembelajaran Berbasis TI dan Multimedia SD Kota Singkawang serta pengadaan Media Pembelajaran Berbasis TI dan Multimedia SMP Kota Singkawang.

Rencana penarikan atau pencairan pinjaman PEN daerah Kota Singkawang yakni tahap 1 (pertama) usulan Januari 2021 yakni Rp 50 Miliar (25%), tahap 2 (dua) usulan April Rp 90 Miliar (45%) dan terakhir tahap 3 (tiga) usulan Juli 2021 Rp 60 Miliar (30%). (top)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.