Sarana Pelayanan Persampahan Masih Minim

by -739 views

Reaktifnews.com (Sambas, Kalbar)

Terkait kegiatan gotong-royong bersih-bersih yang di laksanakan di Kecamatan Pemangkat kemarin, Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan dan RTH Dinas Perkim dan LH Kabupaten Sambas, Sudarma, S.T, mengapresiasi apa yang sudah di lakukan, menurutnya kegiatan tersebut merupakan ide dan titik tolak salah satunya adalah penanganan sampah dengan cara gotong-royong. “Ini bisa menggugah kepada masyrakat yang lain, untuk bisa berpartisipasi di daerahnya masing-masing dalam rangka penanganan sampah, salah satunya seperti di pemangkat kemarin. Mudah-mudahan apa yang di lakukan ke depannya bisa menjadi kegiatan rutin, tidak hanya kegiatan seremonial,” jelasnya kepada reaktifnews.com pada Hari Senin (25/01/2021) di ruang kerjanya.

Di jelaskan Sudarma, bahwa apa yang di laksanakan dari sebagian masyarakat dengan cara gotong-royong yang akan memberikan kesadaran kepada masyarakat lain akan bersih terhadap sampah. “Sampah merupakan tanggung jawab bersama, dan yang lebih penting sekali adalah mindset, cara kita berfikir dan cara kita bertindak tentang sampah. Jadi sampah itu bukan masalah seseorang tapi masalah semuanya, kalau kita bekerjasama Insya Allah akan teratasi,” katanya.

Selanjutnya Sudarma menyampaikan dengan teratasinya masalah sampah berarti lingkungan akan bersih dan hidup kita bagus dalam hal kesehatan lingkungan. “Apa yang sudah di lakukan itu adalah suatu inspirasi kepada daerah-daerah lain yakni Kabupaten Sambas pada umumnya, terutama masalah problem sampah menjadi problem utama. Penggerak atau kelompok-kelompok peduli lingkungan anak-anak muda menjadi inspirasi kepada yang lain kepada masyarakat mau pun kepada Pemerintah,” ujarnya.

Di katakan Sudarma, dirinya mengajak untuk bersama-sama menuntaskan permasalahan persampahan. Meskipun tidak serta-merta selesai, walau pun sedikit demi sedikit kalau di lakukan secara rutin akan bisa. “Saya sangat memberikan apresiasi yang sangat besar apa yang sudah di lakukan, dan mereka menjadi inspirator untuk kawan-kawan yang lainnya, apa lagi yang di lakukan itu sangat bermanfaat. Dan motto kita sekarang mulai dari hal yang kecil, mulai dari sendiri dan mulai dari sekarang,” harapnya.

Sementara itu, dengan jenis sampah, Sudarma menjelaskan bahwa ada klasifikasi jenis sampah adalah Organik (Degradable), Anorganik (Undegradable), Beracun (B3). Dari Program Pemerintah dari dulu sampah itu sudah terpilah yaitu terpilah dari sumbernya. “Kami sudah beberapa kali sosialisasikan kepada masyarakat, ke Desa-Desa, bahkan ke usia dini di sekolah-sekolah seperti cara pemilahan-pemilahan plastik kemudian kertas, kemudian residu yang tidak bisa lagi di pakai dan itulah yang akan ke TPA. Akan tetapi plastik dan turunannya itu masih bisa di manfaatkan kembali di daur ulang menjadi nilai ekonomis dan itu bisa di jual kembali, namun itu juga adalah tugasnya Pemerintah. Satunya yang kita lakukan seperti membentuk Bank Sampah, kemudian TPS3R itu merupakan fungsinya untuk memilah sampah agar tidak berbaur,” paparnya.

Di sisi lain, berkaitan dengan sampah, Sudarma menuturkan bahwa akan meningkatkan pelayanan. Tapi di sisi lain terkait pendanaan yang ada di Bidang Kebersihan, Persampahan dan RTH. “Jadi terus terang, sarana kita dalam hal pelayanan terutama terkait mobil dam truck, kontainer, ambrolnya itu kurang karena hal tersebut perlu kita fikirkan. Bagaimana kita mau meningkatkan pelayanan sementara sarana kita kurang, dan barangnya sudah tua bahkan ada yang sepuluh tahun dan bahkan ada juga yang dua belas tahun. Dengan kondisi sarana yang seperti itu wajar jika ada kerusakan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sudarma berharap, sarana pada saat ini yang lebih urgen salah satunya adalah penambahan armada baru bisa kita meningkatkan pelayanan. “Saat ini yang di lakukan secara rutin terkait pelayanan persampahan dengan apa adanya yang ada pada saat ini,” pungkasnya. (rian)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.