Singkawang Resmi Berikan Sinovac Tahap Pertama, Kenali Reaksinya

by -221 views
Lounching Vaksin Covid-19 Singkawang
Launching perdana vaksinasi Covid-19 Kota Singkawang jenis Sinovac dilakukan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Singkawang dari masing-masing instansi pemerintahan di Basement Kantor Wali Kota Singkawang. (Foto: Topan/RN)

ReaktifNews.com (Singkawang, Kalbar) – Launching perdana vaksinasi Covid-19 Kota Singkawang jenis Sinovac dilakukan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Singkawang dari masing-masing instansi pemerintahan di Basement Kantor Wali Kota Singkawang, mulai pukul 07.30 WIB, Senin (1/02/21) pagi.

Rencana awal, vaksin perdana akan diberikan kepada Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, S.E., M.H. Namun, Tjhai Chui Mie tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan dari Kementrian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19.

Sebagai informasi, penerima vaksin Covid-19 pertama di Singkawang adalah Kepala Kejaksaan Negeri Singkawang, Sinarta Sembiring, S.H., dan diikuti unsur Forkopimda Singkawang lainnya.

Kepada reaktifnews.com Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, S.E., M.H., mengatakan, pelaksanaan vaksinasi merupakan salah satu upaya bersama untuk mencegah dan memberantas sekaligus memutus rantai penularan Covid-19 di Kota Singkawang.

“Saya tidak bisa menerima vaksin sebab sudah pernah positiv Corona,” tukas Tjhai Chui Mie.

Adapun Pemkot Singkawang telah menerima sebanyak 4.320 vaksin produksi Sinovac dan otoritas yang berwenang menjaga kesehatan dan keselamatan seperti BPOM dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan hasil bahwa Vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada seluruh masyarakat adalah Aman dan Halal.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dan mengimbau agar berhati-hati dalam menerima informasi atau berita yang tidak benar (hoax) mengenai Vaksin Covid-19 ini,” ujarnya.

Selain itu, tokoh lain yang ikut divaksin Sinovac yakni Ketua Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kota Singkawang, Muhammadin, mengatakan usai menerima vaksin COVID-19 agar masyarakat tidak perlu khawatir dan mengimbau agar berhati-hati dalam menerima informasi atau berita yang tidak benar (hoax) mengenai Vaksin Covid-19 ini.

Ia juga mengatakan ada kualifikasi khusus seseorang dapat diberikan vaksin, hal ini berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Covid-19.

“Alhamdulillah, sesuai proses vaksinasi sudah saya jalani dan sampai saat ini tidak ada reaksi yang perlu dikhawatirkan. Tadi menjalani 4 tahapan, pertama yaitu pendaftaran, kedua skrining, ketiga pemberian vaksin, keempat konsultasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan menunggu selama 30 menit sambil dipantau oleh tenaga kesehatan,” pungkas Muhammadin yang juga salah seorang legislator di DPRD Singkawang ini.

Reaksi vaksinasi COVID-19

Berikut reaksi atau gejala yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 yang dihimpun dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, yakni:

1. Reaksi lokal, seperti:
– nyeri, kemerahan,bengkak pada tempat suntikan,
– reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

2. Reaksi sistemik seperti:
– demam,
– nyeri otot seluruh tubuh (myalgia),
– nyeri sendi (atralgia),
– badan lemah,
– sakit kepala

3. Reaksi lain, seperti:
– reaksi alergi misalnya urtikaria, oedem,
– reaksi anafilaksis,
– syncope (pingsan)

Untuk reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

Sementara untuk reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis. (top/RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.