12 Kecamatan Di Kabupaten Sambas Terdampak Banjir

by -640 views
Kepala Seksi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sambas, Amiruddin, S.P.
Kepala Seksi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sambas, Amiruddin, S.P,

Reaktifnews.com (Sambas, Kalbar)

Data sementara terdampak bencana banjir yang di himpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas dari tanggal 4 Februari hingga sekarang sebanyak 12 Kecamatan, yakni Kecamatan Galing ada 6 Desa, Kecamatan Sajingan Besar ada 2 Desa, Kecamatan Tebas ada 2 Desa, Kecamatan Subah ada 2 Desa, Kecamatan Takarang ada 5 Desa, Kecamatan Sejangkung ada 2 Desa Kecamatan Salatiga ada 3 Desa, Kecamatan Semparuk ada 4 Desa, Kecamatan Tangaran ada 7 Desa, Kecamatan Teluk Keramat ada 2 Desa, Kacamtan Jawai ada 7 Desa, Kecamatan Sajad ada 1 Desa.

Kepala Seksi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sambas, Amiruddin, S.P, menjelaskan terkait bencana banjir, masyarakat yang terdampak dari 12 Kecamatan di Kabupaten Sambas sebanyak 9734 Kepala Keluarga (KK) atau 33.960 jiwa. “Kemudian dari sejumlah yang terdampak ini, terdapat rumah yang terendam itu sebanyak 6500 rumah,” jelasnya saat di konfirmasi reaktifnews.com di ruang kerjanya pada hari Senin (08/02/2021).

Sementara itu, di katakan Amiruddin, BPBD Kabupaten Sambas selalu memantau setiap hari. Menuturnya, pada saat ini sudah ada peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terutama baik dari pusat mau pun yang berada di Paloh. “Jadi selalu ada kontak, memang kita sudah dari awal di peringatkan bahwa Kabupaten Sambas itu masuk dalam kategori waspada banjir, dan itu sampai berlangsung pada hingga bulan Maret 2021. Jadi kita belum tau jika ada anomali perubahan cuaca, mungkin bisa jadi akan berubah sistem cuaca yang ada di Kabupaten Sambas,” katanya.

Di katakan Amiruddin, dirinya menyampaikan bahwa penyebab dari bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Sambas bukan hanya dari itensitas curah hujan saja, namun itu terjadi akibat dari aktifitas gelombang pasang sangat berpengaruh. ” Tidak hanya hujan saja yang mengakibatkan banjir, tetapi air pasang yang bertemu dari hulu dan dari laut,” pungkasnya.

Sebagaimana di ketahui penyebab banjir yang terjadi di Kabupaten Sambas juga akibat dari kiriman air dari Gunung Sajingan serta dari Kabupaten Bengkayang, Kecamatan Ledo, Seluas. “Jika di sana terjadi banyak curah hujan, maka untuk daerah Sungai Sambas terkena dampak banjir,” tutur Amiruddin.

Selain itu, berkaitan dengan bantuan pada bencana banjir, Amiruddin menerangkan bahwa BPBD Sambas berkoordinasi dan berkolerasi serta bersinergi kepada semua pihak. Dirinya mengemukakan bahwa BPBD Sambas tetap mendukung apa pun bantuan baik itu dari masyarakat mau pun kelembagaan masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Sambas sudah bergerak pada bulan Januari 2021, sudah ada memeberikan bantuan-bantuan berupa sembako, beras dan pakaian layak pakai,” imbuhnya.

Menurut Amiruddin, Pemerintah Daerah pada saat ini akan mengusahakan, mengupayakan bantuan tetap di terima oleh masyarakat yang menjadi korban. “Kita garis bawahi sekarang, kita lebih memfokuskan itu masyarakat yang menjadi korban bencana, kalau yang terdampak kalau di definisikan semuanya terdampak. Bagi yang tidak kena pun karena aksesnya tidak bisa di masuki atau keluar berarti itu di sebut terdampak, tapi kalau yang korban kita upayakan bantuan itu yang di sebut korban bencana” pungkasnya. (nop)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.