Pasca Mundurnya Hermanto PSSI Singkawang Mati Suri

by -1,561 views
Ketua NGO Fatwa Langit bersama Walikota Singkawang.
Ketua NGO Fatwa Langit bersama Walikota Singkawang bersama ketua NGO Fatwa Langit, EM Abdurahman. (Foto : reaktifnews.com/ Topan).

ReaktifNews.com (Singkawang, Kalimantan Barat) – Insan  pencinta olah raga sepak bola sekaligus politisi muda di Kota Seribu Kuil Singkawang, Abdurrahman, akhirnya angkat bicara melihat denyut sepak bola dibawah organisasi PSSI Kota Singkawang. Ia menilai faktor kemerosotan prestasi persepakbolaan Kota Singkawang  beberapa tahun terakhir ini dikarenakan tidak berlangsungnya kompetisi sepak bola antar klub  di Singkawang.

“Tanpa kompetisi, pemain bola yang terhimpun dalam  berbagai klub sepak bola seakan kehilngan rohnya. Mereka, para pengurus PSSI Kota Singkawang harus bertanggung jawab mengembalikan roh persepakbolaan di kota ini,” ujar Muhammad Abdurrahman.

Rahman juga mengakui, harapan hidupnya persepakbolaan di Kota Singkawang semakin meredup pasca mundurnya Hermanto alias Afung selaku ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Singkawang. Sementara yang bersangkutan saat ini lebihmemilih untuk fokus mengurus klub amatirnya yakni Devill FC.

Untuk itu, sesuai mekanisme yang berlaku di PSSI pasca mundurnya Hermanto alias Afung ini semestinya Plt Ketua yang ditunjuk sesegera mungkin melaksankan kongres dalam rangka pemilihan ketua yang baru. Bahkan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalbar juga diharapkan tidak tinggal diam melihat kondisi organisasi PSSI di Singkawang ini.

“Sesuai aturan statuta PSSI 2019 itu sudah sangat jelas. Si pelaksana tugas mestinya segera gelar kongres, pilih ketua baru. Namun hingga sekarang hal itu juga belum dilaksankan. Pertanyaanya, bagaimana PSSI kita bisa mengembalikan roh sepak bola, sementara PSSI sendiri mati suri dan bahkan Asprov Kalbar juga tidak peduli,” tegasnya.

Dengan mengacu kondisi tersebut, Ia menyarankan kepada anggota Askot PSSI Kota Singkawang segera megambil sikap segera melakukan Kongres Luar Biasa (KLB). “Ini tidak bisa ditawar, demi masa depan pemain, klub dan dunia sepak bola Singkawang. KLB diatur dalam pasal 30 statuta PSSI, masa pengurus tidak tahu,” jelas Rahman.

Rahman menegaskan, apabila kongres nantinya benar-benar berlangsung, Ia siap untuk ikut  berkompetisi secara sehat maju sebagai calon ketua PSSI Kota Singkawang. Hal ini bukan semata keinginan dirinya, melainkan desakan dari beberapa voter/klub sepak bola yang tergabung dalam PSSI Kota Singkawang.

“Demi marwah sepak bola Singkawang saya siap ikut meramaikan bursa pemilihan ketua PSSI Singkawang. Ini saya sampaikan sebab desakan dari beberapa voter di PSSI kita,” pungkas Rahman yang juga pengusaha muda dan namanya masuk dalam bursa calon Wali Kota 2024 mendatang. (Zul/reaktifnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.