Kongres PSSI Singkawang “David vs Goliath”

by -1,368 views
kongres pssi singkawang 2021
Kongres PSSI Singkawang “David vs Goliath” (Ilustrasi : reaktifnews.com)

ReaktifNews.com (Singkawang, Kalbar) – Terkait pengunduran jadwal kongres PSSI yang semula diagendakan pada hari Jumat tanggal 19 Maret 2021 menjadi 3 April 2021, merupakan hal lumrah dan sah- sah saja. Namun perlu digaris bawahi, pengunduran jadwal kongres PSSI Kota Singkawang itu tidak berpengaruh terhadap jadwal tahapan penjaringan bakal calon yang telah selesai dilaksanakan.

“Yang menjadi keganjilan adalah pengunduran jadwal kongres justru ikut merubah atau memperpanjang jadwal tahapan penjaringan bakal calon yang telah selesai dilaksanakan. Ini pemikiran sesat alias akal-akalan namanya,” ujar Em Abdurrahman, Senin (23/03/2021).

Lebih lanjut dikatakan oleh bakal calon Ketua Umum PSSI Singkawang yang berkasnya telah diterima panitia pendaftaran ini menyebut, tahapan penjaringan bakal calon telah secara resmi dibuka mulai pada tanggal 15 maret 2021 dan berakhir pada tanghal 17 maret 2021 Pukul 17.30 WIB.

Selama proses penjaringan dibuka, hingga waktu berakhir diketahui hanya ada satu bakal calon yang sanggup mengembalikan berkas pendaftran dengan memenuhi syarat-syarat pencalonan. Diantaranya syarat pencalonan yang terberat untuk dipenuhi adalah surat dukungan dari club-club sepak bola yang menjadi voter dalam kongres PSSI tersebut.
Semestinya, kata Rahman lagi, panitia Steering Committee (SC) kongres tidak boleh memperpanjang waktu pendaftaran bakal calon karena memang sudah berakhir dan sudah ada bakal calon yang mendaftar.

“Ini kongres sepak bola lho, bukan permainan kelereng atau petak umpet. Termasuk tidak mudah untuk memenuhi syarat pendaftaran berupa surat dukungan club. Sehingga dapat diasumsikan, kandidat-kandidat lain yang berminat menjadi calon itu tidak mendapat surat dukungan dari club,” terang Rahman.

Dengan demikian seharusnya satu-satunya bakal calon yang mendaftar dapat ditetapkan sebagai calon tunggal Ketua PSSI Kota Singkawang. “Ini baru profesional, bermartabat dan berkeadilan,” katanya.

Rahman juga mempertanyakan, mengapa panitia tidak menetapkan dirinya selaku satu-satunya bakal calon yang mendaftar menjadi calon tunggal. Apakah karena memang bakal calon tersebut dalam hal ini Em Abdurtahman bukan bakal calon yang dikehendaki panitia.

“Lho, pertayaan ini wajar muncul di masyarakat. Kan memang udah tercium dari dulu, ada pihak tertentu di rumah besar PSSI yang mencoba mengkondisikan kongres PSSI. Dengan hanya memunculkan satu nama calon kemudian diaklamasikan sebagi ketua PSSI pada kongres kali ini,” ucapnya.

Cara-cara ini tidak baik dan harus dilawan, jelas Rahman. Sepanjang cara-cara ini masih ada di PSSI maka dapat dipastikan sepak bola Kota Singkawang tidak akan pernah berkembang dan club -club akan selalu menjadi korban. “Silahkan saja panitia memperpanjang waktu penjatingan bakal calon, namun kami tetap konsisten tahapan penjaringan bakal calon telah berakhir dan hanya ada satu nama calon,” tegasnya.

Rahman juga mengakui bahwa pihaknya melakukan hal ini demi harkat dan martabat sepak bola dan dirinya selaku kandidat. “Terhadap persoalan ini, saya sudah berkordinasi dengan PSSI propinsi dan dalam waktu dekat saya juga akan berkordinasi ke PSSI nasional bahkan bila perlu ke Menpora,” pungkasnya. (Topan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.