Peniadaan Mudik, Pemkot Singkawang Mulai Jalankan Arahan Presiden Jelang Idulfitri Mendatang

by -504 views
intruksi presiden jelang idulfitri 2021
Presiden Joko Widodo Saat menyampaikan arahan secara virtual kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia pada Rabu 28/4/2021. (Foto : BPMI Satpres/Rusman)

ReaktifNews.com (Singkawang, Kalbar) – Pemkot Singkawang mulai mengambil langkah-langkah kehati-hatian guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus penularan Covid-19 di Singkawang. Termasuk jelang perayaan Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriyah mendatang, sebagaimana arahan Presiden secara virtual kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia dari Gedung Sasana Bhakti Praja Jakarta, Rabu (28/4/ 2021) lalu sebagaimana dikutip dari presidenri.go.id.

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo meminta seluruh kepala daerah untuk mencermati dan menjaga kewaspadaan terkait perkembangan penyebaran Covid-19 di sejumlah negara yang kian melonjak. Presiden mengatakan, sekecil apapun kasus aktif yang ada di provinsi, kabupaten, atau kota, kepala daerah harus tetap memantau dinamika penyebaran Covid-19 dan jangan lengah.

Selain meminta kehati-hatian para kepala daerah, Kepala Negara juga meminta para kepala daerah untuk intens menyosialisasikan kebijakan peniadaan mudik dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan. “Ingat tahun lalu? Ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melompat. Idulfitri tahun lalu naik sampai 93 persen, libur Agustus tahun lalu naik sampai 119 persen, libur Oktober naik 95 persen, libur tahun baru kemarin naik sampai 78 persen. Oleh sebab itu, hati-hati,” ucap Presiden.

Termasuk juga diingatkan agar kegiatan vaksinasi massal untuk daerah tetap berjalan. Pemerintah pusat dalam hal ini akan berupaya keras untuk menyiapkan vaksin yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh daerah. Sedangkan pemerintah daerah diharapkan untuk dapat segera melakukan penyuntikan dosis vaksin kepada masyarakat yang menjadi prioritas pemberian vaksin.

“Vaksinasi di daerah jangan sampai ada yang berhenti. Tugas pemerintah pusat adalah bagaimana menyiapkan vaksinnya. Tapi kalau ada vaksin jangan sampai ada yang distok, stok itu cukup 5 persen. Segera disuntikkan ke masyarakat dan target prioritas,” ucap Presiden.

Selain penanganan penyebaran Covid-19, Presiden Jokowi juga memberikan penekanan pada sektor pemulihan ekonomi. Sejumlah parameter pemulihan ekonomi dikatakan Presiden menunjukkan hasil menggembirakan. Dengan kondisi tersebut, Presiden optimistis bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2021 sebesar 4,5 hingga 5,5 persen dapat tercapai.

Oleh sebab itu, kepala daerah diminta untuk menyegerakan belanja APBD, khususnya belanja modal. Selain itu, bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi ini juga harus segera disalurkan. Konsumsi masyarakat melalui sejumlah bantuan tersebut, selain dapat membantu masyarakat, nantinya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

H-7 sampai H+7 Idul Fitri Ke Singkawang Diperketat

Sesuai arahan Presiden, Pemkot Singkawang segera melakukan tindak lanjut dengan membuat pos pemeriksaan (check point) di tiga pintu masuk Kota Singkawang dan mulai sepenuhnya efektif pada H-7 sampai H+7 Idul Fitri. Termasuk diantaranya membentuk posko di setiap kelurahan guna meminimalisir penyebaran COVID-19 di Singkawang.

“Kita lakukan ini juga sesuai instruksi presiden terkait peniadaan mudik Idul Fitri. Saat di chek point nantinya dilakukan pemeriksaan suhu badan pengendara yang masuk ke Kota Singkawang. Jika suhu badannya mencapai 37 derajat celsius, maka dilakukan rapid antigen,” kata Tjhai Chui Mie kepada awak media, selang sehari usai mengikuti arahan Presiden.

Termasuk dikatakan oleh Wali Kota Tjhai Chui Mie, Pemkot Singkawang juga sesegera mungkin mengambil langkah-langkah penguatan ekonomi daerah. Diantaranya yakni merealisasikan belanja modal, termasuk upaya-upaya agar perputaran uang di Singkawang bisa dirasakan oleh Kota Singkawang khususnya. (Zulfikar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.