Disdikbud Singkawang Gencarkan GSM Dimasa Pandemi Covid-19

by -591 views
gerakan sekolah menyenangkan dimasa pandemi covid-19 kota singkawang

Singkawang Kota – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang kembali mengkampanyekan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), khususnya dimasa pandemi saat ini. Kepala Disdikbud Singkawang, H Asmadi, S.Pd., M.Si., menyebut hal ini kepada reaktifnews.com termasuk strategi yang tak kalah penting demi pendidikan bermartabat menuju tujuan Singkawang Hebat.

Dalam mendorong transformasi dunia pendidikan Indonesia dan untuk Kota Singkawang khususnya, GSM ini berangkat dari perubahan pola pikir pendidikan menuju paradigma Revolusi Industri 4.0. Titik awal ini meliputi perubahan pola pikir guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan untuk membangun ekosistem pendidikan yang positif dan berfokus pada pengembangan karakter siswa. Dengan demikian, siswa akan menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan sebagai bekal menghadapi masa depan di era Revolusi Industri 4.0.

“Setidaknya ada tujuh langkah GSM perlu terus kita dorong bersama dimasa pandemi covid saat ini, yakni hidup bersih sehat dan patuh 5M. Penataan lingkungan, nilai agama, literasi dan numerasi melalui pendekatan asih asuh dan asah. Jadikan sekolah zona hijau, memaksimalkan kerjasama dengan stakeholder terkait dan terakhir rencana maupun laksana asesmen nasional dilakukan sistematis guna peningkatan mutu sekolah”, ujarya pada Kamis, (2/6/2021) pagi.

Sementara itu, GSM ini merupakan inspirasi dari pengalaman perubahan yang dialami oleh pendirinya, Muhammad Nur Rizal, dan sang istri, Novi Poespita Candra. Pengalaman didapat oleh keduanya ketika tinggal di Melbourne, Australia untuk menempuh studi doktoral. Mereka menemukan inspirasi dari ketiga buah hatinya yang sangat mencintai sekolahnya. Dari situ, mereka melihat pendidikan Australia yang berbeda jauh dengan pendidikan Indonesia.

Pendidikan Australia unggul dari segi kurikulum yang lebih bagus, lebih menyenangkan, dan disesuaikan dengan kelebihan tiap anak. Bahkan, anak-anak mereka justru rindu pergi ke sekolah saat liburan.

Inspirasi ini kemudian mereka kembangkan saat pulang ke Indonesia dengan membangun GSM pada tahun 2016. Rizal dan Novi merasa prihatin dengan pendidikan Indonesia yang masih mematok nilai dan ujian, padahal sebetulnya anak-anak bisa belajar dengan metode yang lebih menyenangkan.

Dalam praktiknya, GSM diketahui juga merangkul sekolah-sekolah pinggiran yang tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Tujuannya agar kualitas sekolah pinggiran juga bisa terangkat. (*/ Aab/ RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.