Wali Kota Singkawang Serukan Pertanian Cerdas, Terukur, dan Terintegrasi menuju Singkawang Hebat

by -497 views
pertanian cerdas, terukur, dan terintegrasi menuju singkawang hebat
(Foto; BPTP Balitbangtan Kalbar/ net)

Singkawang Kota – Teknologi smart tani sudah mulai menjadi tidak asing lagi di jaman sekarang, dimana era digital sudah menjadi barang konsumsi sehari-hari. Pemanfaatan teknologi merupakan keniscayaan bagi upaya peningkatan produksi pertanian di Indonesia, terutama dalam konteks mutu dan daya saing.

Ketersediaan inovasi teknologi juga merupakan salah satu kunci peningkatan kesejahteraan petani dan menarik minat generasi muda dalam menciptakan aneka peluang bisnis turunan. Karena itu, pemerintah pun memandang penggunaan teknologi modern di sektor pertanian menjadi pilihan mutlak. Sejumlah lembaga riset pemerintah, seperti LIPI, BPPT, dan Balitbangtan Kementan beserta sejumlah perguruan tinggi terus menggiatkan penciptaan inovasi berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Dalam konteks pemanfaatan teknologi ini, Kementerian Pertanian (Kementan) berinisiatif menggenjot produktivitas pertanian dengan mengimplementasikan teknologi 4.0 di sektor pertanian. Teknologi yang digunakan dalam Smart Farming 4.0 diantaranya Agri Drone Sprayer (Drone penyemprot pestisida dan pupuk cair), Drone Surveillance (Drone untuk pemetaan lahan) serta Soil and Weather Sensor (Sensor tanah dan cuaca).

Di dalam negeri sendiri teknologi karya anak bangsa ini juga dikembangkan. Diantaranya hasil produksi RiTx, unit bisnis PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), sebuah perusahaan teknologi agrikultur dari Yogyakarta.

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa penerapan teknologi di sektor pertanian mampu meningkatkan potensi daerah.

“Teknologi seperti ini sangat perlu untuk pertanian di Indonesia. Agriculture bisa jadi agri “cool”ture dan menarik minat anak muda untuk bertani. Potensi daerah pun bisa meningkat”, ujarnya, sebagaimana dikutip dari msmbindonesia.com.

Penerapan metode Smart Farming 4.0 bukan sekedar tentang penerapan teknologi. Namun, kunci utama Smart Farming 4.0 adalah tentang data yang terukur. Apa saja yang dibutuhkan tanaman untuk mencapai hasil produksi yang optimal? Apa yang harus dilakukan petani? Semua pertanyaan ini bisa dijawab dengan penerapan metode Smart Farming 4.0 ini.

Agri Drone Sprayer misalnya, digunakan untuk menyemprot pestisida serta pupuk cair dengan lebih presisi. Pemberian pupuk dan pestisida secara berlebih pun bisa dihindari. Tak hanya itu, didukung dengan penggunaan Drone Surveillance, pemetaan lahan juga bisa dilakukan. Dari hasil pemetaan, petani bisa mengetahui kondisi tanaman di lahan mereka.

Keberadaan Soil and Weather Sensor (Sensor tanah dan cuaca) yang terpasang di lahan pertanian, juga akan membantu petani dalam memantau kondisi tanaman. Data yang dapat diperoleh dari sensor ini diantaranya seperti kelembapan udara dan tanah, suhu, pH tanah, kadar air, hingga estimasi masa panen.

Terintegrasi dengan aplikasi berbasis android RiTx, peringatan dini akan diterima petani jika terjadi anomali terhadap kondisi lahan mereka. Tak hanya itu, petani juga akan mendapatkan rekomendasi, demi mencegah terjadinya kerusakan terhadap lahan dan tanaman.

Penerapan metode Smart Farming 4.0 bisa jadi solusi bagi berbagai permasalahan di sektor pertanian Indonesia termasuk di Kota Singkawang. Masa depan pertanian Indonesia juga saat ini mulai menuju pertanian yang cerdas berbasis teknologi. Sejalan dengan Smart Farming ini juga beberapa hari lalu telah dilaksanakan kegiatan Temu Teknis Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan di Kalimantan Barat, bertempat di Hotel Swiss-Belinn Singkawang pada Kamis, (26/8).

Acara tersebut juga dibuka oleh Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, S.E, M.H. Dalam sambutannya Ibu Tjhai Chui Mie, memberikan semangat dan mengajak penyuluh di Kota Singkawang dan Kalbar pada umumnya untuk mendukung program pembangunan pertanian, menuju pertanian maju dan modern menyongsong pertanian 4.0 dan memberikan apresiasi kepada BPTP Kalimantan Barat atas Inovasi Teknologi yang telah dihasilkan dalam mendukung produktivitas pangan di Kalimantan Barat. (*/ Topan/ RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.