Keluarga Pasien RS Santo Vincentius Singkawang Keluhkan Bising Knalpot Motor

by -81 views
RS Santo Vincentius Singkawang

SINGKAWANG KOTA – Seorang keluarga pasien di RS Santo Vincentius Singkawang kepada reaktifnews.com menyatakan keluhannya akibat bising suara knalpot motor. Suara bising knalpot motor tidak standar tersebut sangat mengganggu ketenangan, khususnya bagi pasien perawatan Anak yang lokasi bangsal anak ini berada di bangunan lama RS dan memang berhampiran dengan jalan protokol atau ruas jalan Dipenogoro Kota Singkawang.

Keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya ini meminta pihak terkait untuk menertibkan pengendara yang menggunakan knalpot tidak standar tersebut.

“Aksi pengendara dan suara motor mereka ini sangat menggangu anak saya yang kebetulan sedang menjalani perawatan. Kesal saya, kasihan anak berungkali kaget dengan suara bising balap liar yang marak terjadi malam minggu,” tuturnya, Rabu (27/10).

Dikatakan pula mulai dari arah Beringin Corner, deru suara motor-motor tersebut sudah mulai terdengar. Bahkan kejadian ini diakui berlangsung hingga pukul 02.00 Wib dini hari.

Keluarga pasien ini berharap, pihak terkait baik dari Kepolisian maupun Dinas Perhubungan memperhatikan hal tersebut dan melakukan langkah-langkah sebagaimana mestinya untuk lebih menertibkan pengendara yang melintas di kawasan Rumah Sakit khususnya.

“Saya berharap entah diperbanyak rambu oleh dinas terkait di lokasi ini atau dilakukan penjagaan oleh pihak terkait, sehingga pengendara ugal-ugalan ini bisa ditertibkan dan kami selaku pasien juga lebih tenang,” harapnya.

Pantauan reaktifnews.com di lokasi, memang mendapati minimnya rambu di kawasan Rumah Sakit Vincentius Singkawang ini. Hanya ada beberapa saja dan memang dirasakan masih sangat kurang.

Sementara itu, seorang petugas yang bekerja di RS Vincentius, Kus, menyatakan untuk malam Minggu memang banyak anak-anak muda yang nongkrong di trotoar berdekatan lokasi RS ini termasuk hingar-bingar suara knalpot motor hingga larut malam.

“Ya kalau malam minggu memang seperti itu. Kasihan memang dengan pasien anak-anak khususnya,” ujar Kus.

Sebagaimana diketahui, umumnya di area RS akan banyak ditemui rambu-rambu khusus. Rambu-rambu tersebut biasanya meliputi larangan parkir atau berhenti sembarangan, rambu batas kecepatan, rambu dilarang membunyikan klakson, dan rambu larangan lain yang dapat mengganggu pasien RS.

Sebagai pengendara, memperhatikan rambu-rambu sudah menjadi peraturan wajib. Karenanya, rambu-rambu harus dipenuhi dan jangan sampai dilanggar. Demikian halnya, penertiban pengendara ugal-ugalan juga memang patut dilakukan oleh pihak terkait. (*/RN/Topan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.