Keluhkan Wasit di Turnamen Terbuka Pencak Silat Piala Walikota Singkawang

by -275 views
Pencak silat memperebutkan piala walikota singkawang diwarnai kericuhan.
Robby, kontingen PSHT P16 Sintang (sudut merah) mendapat teguran wasit dan kondisi cedera mata pesilat Naufal Irfan.A dari PSHT Cabang Singkawang Pusat Madiun. (Foto/dok: reaktifnews.com)

SINGKAWANG KOTA – Keputusan wasit dalam turnamen terbuka olahraga pencak silat Kota Singkawang-Kalimantan Barat yang memperebutkan piala tetap Wali Kota Singkawang dinilai tidak adil dan sangat merugikan salah satu kubu. Keluhan ini datang dari kubu PSHT Cabang Singkawang Pusat Madiun kepada reaktifnews.com pada Sabtu, (6/11/2021).

Dalam turnamen yang diselenggarakan oleh Organisasi Melayu Kreatif bekerjasama dengan IPSI Kota Singkawang ini, wasit juri diduga lebih dominan berpihak pada salah satu kubu, khususnya pada pertandingan partai 48 antara Robby yang merupakan kontingen asal Sintang atau diketahui berasal dari PSHT P16 Sintang (sudut merah) berhadapan dengan Naufal Irfan.A dari PSHT Cabang Singkawang Pusat Madiun (sudut biru) yang berlangsung Jum’at, (5/11).

Setidaknya dari rekaman video terlihat jelas bahwa keputusan wasit yang juga berasal dari juri PSHT P16 ini dianggap tidak logis. Pihak Robby dari PSHT P16 Sintang melakukan pelanggaran 3 kali dan sengaja mencederai pihak Naufal Irfan dari PSHT Cabang Singkawang Pusat Madiun.

“Kartu keberatan dari pihak kami untuk kemenangan pihak Naufal dianulir wasit juri. Saat bersamaan kartu keberatan pihak Robby dilayangkan, hingga mengubah keputusan awal yang dimana dari pihak Naufal dinilai kalah. Kami sangat kecewa dengan keputusan tidak adil ini,” tutur Uray Santi selaku perwakilan kubu Naufal.

Bahkan berlanjut hingga di dalam pertandingan, pihak Naufal mengalami cedera pada bagian mata. Namun hal ini juga tidak ditangani oleh tim medis hingga berakhirnya pertandingan.

Lagi-lagi pihak Naufal protes kepada panitia atas kejadian tersebut. Namun panitia juga tidak mengarahkan pada peraturan yang berlaku dan tidak menyediakan blangko protes. “Selaku pihak Naufal, kami jadi kebingungan mau mengadu ke siapa protes kami ini,” tuturnya.

Diharapkan kejadian yang dialami pesilat Naufal dari PSHT Cabang Singkawang Pusat Madiun patut menjadi evaluasi pembelajaran pihak terkait. Agar tidak ada lagi Naufal Naufal lain yang terdzolimi dalam olahraga pencak silat khususnya. (*/ reaktifnews.com/ top)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.