Bagikan 20.000 Masker Gratis, Dinkes Kalbar Seriusi Dampak COVID-19

by -115 views
Dinkes Provinsi Kalbar bagikan 20.000 masker gratis.
Pembagian masker gratis oleh Dinkes Provinsi Kalbar pada 4 titik pusat keramaian. (Dok/Foto: dinkeskalbar/rn)

REAKTIFNEWS.COM – Sebanyak 20.000 buah masker dibagikan secara gratis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat kepada masyarakat, sebagai bentuk penerapan pendisiplinan protokol kesehatan untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar dari dampak buruk infeksi virus Covid-19 yang masih merebak sampai saat ini, sebagaimana dilansir dinkes.kalbarprov.go.id, Jum’at (11/2/22).

Pembagian masker dilaksanakan di 4 titik pusat keramaian (pasar) antara lain, pertama di Pasar Teratai Jl. Kom Yos Sudarso Kota Pontianak, kedua di Pasar Dahlia Jl. Rais A. Rachman Kota Pontianak, ketiga di Pasar Kemuning Jl. Prof. M. Yamin Kota Pontianak, dan terakhir di Pasar Flamboyan Jl. Gajah Mada Kota Pontianak.

Pembagian masker ini juga bersinergi dengan beberapa OPD yakni Biro Kesra, Satpol PP, Dinas Perhubungan Provinsi, dan BNPB Provinsi.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Erna Yulianti, mengatakan bahwa tujuan dibagikannya masker ialah untuk mengingatkan kembali karena masyarakat sudah mulai lengah memakai masker, apalagi dengan ditambah adanya varian baru Omicron, pendisiplinan prokes harus tetap dilakukan.

“Kita ini sesuai dengan arahan Presiden terkait penanganan Omicron, pertama percepatan vaksinasi dan kedua meningkatkan Prokes khususnya memakai masker. Tujuan inti kita bagi masker ini untuk mengingatkan kembali masyarakat untuk menggunakan masker, karena sudah lengah ini. Hasil pemeriksaan lab yang kita dapatkan baik itu dari lab swasta maupun pemerintah, itu CTnya rata-rata dibawah 30 dan bahkan ada dibawah 20, itu menjadi warning bagi kita,” jelasnya.

“Walaupun sampai saat ini belum ada ditemukan kasus Omicron di Kalbar, tapi tidak menutup kemungkinan varian tersebut sudah menginfeksi masyarakat,” lanjutnya

Ia juga melanjutkan, penyebab dari banyaknya masyarakat yang mulai abai menerapkan prokes adalah merasa aman setelah melakukan vaksinasi. “Mereka beranggapan kalau sudah divaksin berarti tidak perlu pakai masker, padahal itu salah. Vaksin itu sebagai upaya untuk membentuk herd immunity di tubuhnya, tapi kita tetap memakai masker,” ujarnya.

Dr. Erna menghimbau agar tidak meninggalkan protokol kesehatan dan menjadikan masker sebagai kebiasaan sehari-hari, serta segera melakukan vaksinasi.

“Masyarakat diharapkan jangan tinggalkan protokol kesehatan. Karena selama pandemi ini belum dicabut, kita jadikan masker ini sebuah budaya dan kebiasaan yang harus kita lakukan, kan tujuan masker adalah untuk melindungi kita. Lalu yang belum vaksinasi segera datangi faskes yang sudah ada vaksinasinya, karena sekarang sudah tidak susah,” Pungkasnya (*/dinkeskalbar/rn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.