Maknai Ramadhan, Panti Asuhan Al-Ma’arif Membutuhkan Donatur

by -289 views
Panti Asuhan Al-Ma'arif desa Pangmilang.
Ketua panti asuhan Al-Ma'arif, Mustopa, bersama beberapa anak penghuni panti.

REAKTIFNEWS.COM, Singkawang – Banyak masyarakat yang sebenarnya peduli dengan kondisi masyarakat menengah ke bawah di Indonesia, khususnya kepada anak-anak yatim piatu. Banyak yayasan panti asuhan didirikan, tapi masih banyak pula kondisi panti yang belum layak dan masih membutuhkan donatur, tentu ini membutuhkan uluran tangan masyarakat.

Salah satu yayasan panti asuhan di Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, yakni Panti Asuhan Al-Ma’arif. Berawal dari pondok-pondok biasa sederhana tahun 2012 lalu yang digagas Ustadz Alawi. Hingga pada 2014 tanggung jawab besar untuk mengelola panti ini diberikan kepada Mustapa, selaku ketua panti asuhan Al-Ma’arif hingga sekarang.

“Awalnya saya sempat enggan ditawari amanah besar ini. Saya pribadi sangat susah saat itu, kerjaan saya keluar masuk kampung berjualan pakai motor. Disitulah, hati saya kadang miris melihat kondisi sosial anak-anak yatim dan piatu maupun mereka yang terlantar,” terang Bapak Mustapa, mengawali sekelumit kisah panti dan dirinya kepada reaktifnews.com, Sabtu (16/4/2022).

Mendirikan panti diakui berdasarkan keyakinan pada salah satu surat di dalam Alquran, yang secara garis besar mengatakan bahwa dengan bantuan dari Allah swt maka tidak ada yang tidak mungkin. Ini merupakan suatu niatan yang sangat baik, maka perlu sekali untuk didukung dengan semaksimal mungkin, agar jika ada tambahan anak-anak yang membutuhkan bantuan dapat ditampung.

“Keyakinan saya berawal dari Surah Al-Ma’un. Kondisi kita memang saat itu tidak memadai, tapi kita yakin bahwa Allah bersama kita dalam mendidik dan memberi rejeki untuk anak-anak,” ujar Bapak Mustapa.

Lanjutnya, pada Al-Qur’an Surah Al-Ma’un Ayat 1-3, Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman, “Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan agama? Yakni orang yang menghardik anak yatim, dan tidak bersedia memelihara hidup golongan peminta-minta”. Menghardik di sini, dimaknai bukan berarti memukul atau melakukan kekerasan fisik lainnya saja, membiarkan atau menelantarkan anak-anak dalam keadaan susah dan tidak terarah juga termasuk menghardik.

“Jadi berdasarkan keprihatinan kami pada anak-anak, maka berdirilah panti asuhan ini. Pada awalnya, panti asuhan tidak ada asramanya, jadi dari rumah ke rumah. Tapi karena kami sangat ingin fokus untuk pendidikan lebih lanjut lagi, maka kami dirikan panti asuhan secara bertahap. Ada 20 anak laki-laki dan 10 orang putri yang kami asuh, mengalir sajalah bang,” jelas Pak Mustapa.

Panti Asuhan Al-Ma’arif ini masih merasa kurang maksimal untuk melakukan pembinaan dan penyantunan terhadap anak yatim tersebut. Khususnya kesulitan utama panti asuhan ini adalah dari segi finansial, dengan diiringi doa keyakinan kepada Allah, dan juga harapan kepada orang-orang yang punya kelebihan harta agar dapat berdonasi ke panti asuhan milik Yayasan Al-Muhajirin.

“Jadi kebutuhan untuk makan anak-anak dan ongkos atau biaya anak asuh panti saat di sekolah saja kadang cukup dan kadang kurang. Itulah, ada wacana kami minta bantu alat-alat las atau untuk kuliner ke pemerintah. Itu buat anak-anak di sini kalau selesai sekolah nanti kan ada keahlian khusus agar mereka bisa mandiri,” tambah Pak Mustapa.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kendala yang dihadapi panti asuhan adalah kendala finansial. Dikarenakan biaya per bulan untuk kehidupan panti tidaklah sedikit. Ditambah lagi fasilitas yang ada untuk anak-anak panti haruslah layak dan membuat mereka nyaman. Mustapa selaku ketua panti juga menjelaskan bahwa, anak-anak haruslah diberi kasih sayang dan diayomi agar mereka tetap nyaman hidup di panti.

Pak Mustapa menambahkan, dibandingkan panti-panti lain, Al-Ma’arif memang selain masih baru juga masih kurang fasilitasnya, seperti tempat tidur, lemari dan lain-lain. Bahkan asrama saat ini yang baru siap untuk putra, sementara asrama putri masih dalam tahap pembangunan. “Kita baru punya aula untuk kajian-kajian dan tadarusan, kantor sekretariat dan asrama putra. Sementara masih dalam tahap pembangunan yakni asrama putri dua lantai. Hingga saat ini baru lantai dasar putri, Alhamdulillah kondisinya tinggal finishing,” urainya.

Meskipun belum lengkap dan jauh dari kata nyaman untuk para penghuninya, diakui Mustapa bahwa pihaknya terus mengupayakan agar lebih baik lagi ke depannya. Ia berharap, jangan sampai di rumah sengsara di panti juga sengsara.

“Silahkan bagi masyarakat yang ingin berdonasi ke panti asuhan ini, bisa menghubungi ke nomor 0858-2147-7754. Dengan sangat senang hati akan kami terima dan salurkan,” pungkas Mustapa.

Untuk seluruh masyarakat, bukan saatnya kita menutup mata, telinga dan hati kita untuk membantu adik-adik panti agar dapat belajar dan hidup dengan nyaman. Jalan untuk berbuat baik ada di depan mata kita dan janganlah menunda untuk beramal baik, agar semua cita-cita mereka dapat tercapai dan menjadi anak berguna bagi bangsa dan agama. (Topan Wahyudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.