Wali Kota Singkawang Bagikan Paket Idul Fitri 1443 H di Vihara

by -528 views
Wali Kota Singkawang bagikan paket lebaran.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bagikan paket Idul Fitri 1443 H/2022 M di Vihara Sak Ku Thai Bong. Foto: (Yudi)

REAKTIFNEWS.COM, Singkawang – Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, SE, MH selaku Ketua Panitia Gotong Royong Berbagi Kasih Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Singkawang dan Sekitarnya, mulai membagikan 10 ribu paket Lebaran Idul Fitri 1443 H/ 2022 M, pada Minggu (24/4/2022) di Vihara Sak Ku Thai Bong, Sijangkung, Singkawang Selatan, Kalimantan Barat.

Paket tersebut berisi sehelai kain sarung, sebotol sirup, sekilo gula pasir, sekilo terigu, 1 pcs kental manis, 2 bungkus agar-agar serta mie instan. “Kemarin ada RT ke rumah kasi kupon, masing-masing KK dijatah satu kupon. Lumayanlah ada bantuan begini dari Bu Wali,” ujar seorang warga Pakunam, Sijangkung.

Kegiatan sosial yang direncanakan hingga besok (Senin-red) ini, didukung setidaknya sejumlah 20 Ormas Tionghoa Singkawang, termasuk FKS Food selaku pemasok paket lebaran kali ini. Tampak hadir dan selalu setia mengikuti Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie kemanapun, termasuk saat turun lapangan yakni anggota Dewan sekaligus Ketua Forum Komunikasi Pemuda Melayu (FKPM) Kota Singkawang, Muhammadin.

Sejarah Singkat Idul Fitri

Menyambut hari kemenangan dengan hal-hal positif memang sangat dianjurkan. Hal itu terbukti bagaimana antusiasnya Rasulullah SAW dalam menyambut Idul Fitri, namun tentu saja beliau tidak menanggalkan syariat agama atau berlebih-lebihan atas sesuatu.

Jauh sebelum Islam datang, masyarakat jahiliyah Arab telah memiliki dua hari raya, yaitu hari raya Nairuz dan Mahrajan yang dirayakan dengan sambutan pesta pora yang tidak bermanfaat. Minum-minuman memabukkan, menari, adu ketangkasan termasuk salah satu ritual dalam perayaan kedua hari raya tersebut.

Berdasarkan buku Ensiklopedi Islam, kedua hari raya tersebut sejatinya berasal dari zaman Persia Kuno. Di kemudian hari, Rasulullah SAW mengganti kedua perayaan masyarakat Arab itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Dalam sejarah Islam, perayaan Idul Fitri pertama kali diselenggarakan pada 624 Masehi atau tahun ke-2 Hijriyah. Waktu perayaan tersebut bertepatan dengan selesainya Perang Badar yang dimenangkan oleh kaum Muslimin.

Perang yang terjadi pada Ramadhan itu dengan jumlah pasukan di sisi umat Muslim yang jauh lebih sedikit dibanding kaum kafir, nyatanya diganjar Allah dengan perayaan yang luar biasa indah dan barokah: Idul Fitri.

Sebagaimana kita ketahui, di kedua hari raya umat Muslim seperti Idul Fitri dan Idul Adha, setiap Muslim justru ditekankan untuk berbuat kebaikan dan kemaslahatan. Menjelang perayaan Idul Fitri saja, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat untuk dibagikan kepada para mustahik (orang-orang penerima zakat).

Hari raya Idulfitri yang akan umat Muslim rayakan bersama keluarga dan sanak saudara tercinta mengandung dua makna, yaitu makna ketuhanan dan manusia.

Idulfitri sebagai makna ketuhanan bahwa manusia tidak “boleh” melupakan Tuhannya sehingga Idulfitri tidak berdasarkan selebrasi kosong tanpa arti, melainkan diawali dengan takbir (Allahu akbar wa lillahil hamd). Lebih lanjut, Idulfitri adalah momentum untuk kembali kepada makna tauhid dan mengesakan-Nya kembali.

Betapa banyak umat manusia acapkali “menduakan-Nya” dengan yang lain, harta tahta misalnya, dan sebagainya. (RN/Yudha Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.