Sampaikan Aspirasi: Perwakilan Petani Singkawang Datangi Kantor Walikota

by -999 views
Aksi keprihatinan petani.
Pengurus DPD Apkasindo Singkawang, Irwan dan perwakilan petani lainnya usai aksi ke kantor Walikota Singkawang.

REAKTIFNEWS.COM, Singkawang – Puluhan pengurus DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Singkawang berunjuk rasa menuntut pemerintah mencabut kebijakan larangan ekspor CPO atau crude palm oil. Demo berlangsung di depan kantor Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Selasa, 17 Mei 2022.

“Ibarat baru berbulan madu akibat tingginya harga sawit, pemerintah malah melarang ekspor. Ini sangat tidak adil untuk para petani,” ujar Wira Saputra, salah seorang perwakilan Apkasindo Singkawang.

Dalam aksi damai DPD Apkasindo Singkawang kali ini setidaknya juga tampak hadir beberapa perwakilan petani Kota Singkawang diantaranya yakni Irwan, Maryanto, Djupri, Yosep, Viktor, Tanto, Andri, Agus Prakoso serta Efdi.

Para petani yang mengenakan baju putih ini diterima langsung oleh WaliKota Tjhai Chui Mie dan menyampaikan tuntutan Aksi Keprihatinan Petani Kelapa Sawit Kota Singkawang yakni meminta Walikota Singkawang untuk mengambil kebijakan terhadap turunnya harga TBS Sawit di Kota Singkawang.

Selanjutnya, meminta Walikota untuk turut menyampaikan kepada Presiden Jokowi agar meninjau ulang kebijakan larangan ekspor Sawit dan produk minyak goreng serta bahan bakunya. Meminta agar Walikota melindungi petani akibat anjloknya harga TBS hingga 50-75% khususnya di Kota Singkawang.

Termasuk meminta Presiden Jokowi melalui Walikota meninjau ulang kebijakan yang memberatkan petani serta meminta Walikota mendukung penuh distribusi MGS terkhusus yang subsidi BPDP-KS di Kota Singkawang.

Tuntutan lain disampaikan juga meminta agar walikota Singkawang mendukung pendirian PKS dan Pabrik Minyak Goreng Petani di Kota Singkawang. Termasuk pula meminta Walikota Singkawang agar berkontribusi dalam hal mengupayakan penyediaan akses pupuk yang terjangkau bagi petani di Kota Singkawang akibat dampak harga pupuk yang kian meroket.

“Aksi keprihatinan kami ini tidak semata mewakili sentra sawit, tapi juga petani secara keseluruhan. Tak kalah penting yakni soal harga pupuk non subsidi meroket hingga 120 hingga 145 persen pada pekan pertama Februari 2022. Megap-megap petani dibuatnya,” terang Irwan, salah satu perwakilan petani usai aksi gelar keprihatinan saat ditemui reaktifnews.com di sebuah restoran di Singkawang.

Kenaikan harga pupuk ini kata Irwan sudah tidak sesuai dengan hasil panen petani. Pupuk makin mahal sementara hasil tani biasa-biasa saja.

“Jadi selain beberapa poin aspirasi keprihatinan yang disampaikan tadi ke Walikota, kami dari kalangan petani berharap agar pemerintah daerah dapat mengendalikan harga pupuk supaya dapat memberi keuntungan bagi petani,” pungkas Irwan. (*Su/Aab)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.