SCC plus Kedai Ngopi, Satu Kawasan Beda Nasib

by -567 views
Singkawang Cultural Center (SCC).
Kondisi Singkawang Cultural Center (SCC) sekarang beserta MoU Walikota Singkawang serta sosok Ir Fui Sudarto selaku pembina yayasan SCC. Foto: (Info Publik/ Antara/ net)

REAKTIFNEWS.COM, Singkawang Kota – Sempat diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Senin 18 Desember 2017 silam lantas tidak serta-merta membuat Singkawang Cultural Center (SCC) menjadi tempat eksistensi para seniman dan budayawan Kota Singkawang untuk menunjukkan karya-karyanya kepada masyarakat luas.

Bahkan SCC yang teronggok di Jalan Komyos Sudarso, Kota Singkawang tersebut boleh dibilang gagal menjadi tempat tujuan wisata yang menyajikan tempat kuliner dan sejarah perkembangan Kota Amoy–julukan Kota Singkawang sebagaimana tujuan awal, usai diresmikan dan diharapkan oleh masyarakat Singkawang dan bahkan orang nomor satu di Kalimantan Barat tersebut.

Jika mau jujur, kehadiran SCC sendiri setidaknya memberikan andil sebagai tempat atau ruang berkumpul untuk memperkuat ikatan masyarakat di Kota Singkawang. Khususnya bonus tersendiri tentunya bagi gerai ngopi di sampingnya, yakni Aming Coffe Singkawang SCC. Alhasil, SCC saat ini identik sebagai kawasan “ritual ngopi modern” di Singkawang yang lebih urban, gaul, dan modern.

Tidak perlu berharap banyak memang kepada SCC sebagai bangunan pusat pembina dan promosi seni dan budaya Singkawang yang didirikan oleh Ir Fui Sudarto selaku pembina yayasan SCC ini.

Sebagai sebuah yayasan, toh SCC buktinya mampu berkolaborasi dengan Pemerintah Kota singkawang dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam membangun Taman Gayung Bersambut atau sekarang lebih dikenal Taman Cahaya Madani (TCM) Gayung Bersambut yang terletak tepat di depan Kantor Walikota Singkawang di Jalan Firdaus, Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.

Bahkan pihak SCC tidak tangung-tanggung dipercaya dan ditugasi oleh Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie (TCM) untuk membangun dan mengelola Taman Gayung Bersambut menjadi Taman Cahaya Madani Gayung Bersambut. Sehingga tidak mengganggu dana APBD Singkawang maupun APBN.

Nanti setelah selesai dibangun, maka akan diserahkan kembali kepada Pemkot Singkawang, kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Jumat, 25 Januari 2019 waktu itu.

Pantauan awak reaktifnews pada Sabtu, 20 Juni 2022 di lokasi SCC mendapati seluruh pintu-pintu bangunan SCC terkunci rapat. Suasana didalamnya selain terdapat kotak donasi serta beberapa keramik biasa beserta meja dan komputer teronggok begitu saja dan ada beberapa diantaranya ditutupi kain merah.

Di pelataran SCC tidak satupun pegiat seni di Singkawang nongkrong atau tengah menampilkan karya kearifan lokal Singkawang, melainkan hanya ada beberapa tukang Ojol tengah rebahan dan sibuk dengan ponsel pintarnya. (*Den/RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.