Ini Penyebab Emak-Emak Kebingungan Soal Tekanan Gas Melon Cepat Habis

by -673 views
M Abdurahman pengusaha minyak dan gas singkawang.
M Abdurahman pengusaha minyak dan gas di Kota Singkawang. Dok/foto: (reaktifnews.com/yud)

REAKTIFNEWS.COM, Singkawang Kota – Sejumlah warga pengguna gas elpiji 3 kilogram di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mengeluhkan pemakaian gas yang dinilai cepat habis. Mereka menuding berat gas dikurangi bobotnya sehingga pemakaiannya cepat habis.

“Biasanya gas habis setelah semingggu atau sembilan harian. Ini baru empat hari sudah habis,” ujar Ayu 31 tahun, warga Sepakat Roban Singkawang Tengah, Kamis (28/7).

Ia menyebut, berat tabung gas yang dibelinya terasa lebih ringan dibanding biasanya. Ia biasanya membeli gas sekali dalam seminggu, tapi saat ini harus membeli gas dua kali dalam seminggu.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ima, 42 tahun. “Padahal jarum di regulator saat pemasangan awal mencapai titik penuh saat dipasang di tabung gas,” ungkapnya.

Salah seorang pengusaha pangkalan Gas 3 kg di Kota Singkawang, M Abdurahman, mengatakan masyarakat boleh mengembalikan tabung gas isi yang beratnya tidak sesuai ketentuan .

“Masyarakat atau emak-emak ini boleh saja menukar kembali, istilahnya retur. Kalau memang tidak sesuai beratnya ya boleh dikembalikan,” kata M Abdurrahman atau kerap disapa bang Em.

Ia mengatakan bahwa soal tata niaga gas 3 kilogram sudah diatur sedemikian rupa oleh pemerintah dan pertamina. Termasuk dalam peraturan tersebut, setiap pangkalan harus menyediakan alat timbangan untuk mengukur berat tabung isi. Selain itu, pangkalan juga diwajibkan menyediakan gas detektor dan bak air untuk mendeteksi kebocoran gas serta alat pemadam kebakaran.

Bang Em menambahkan, di stasiun pengisian bahan bakar elpiji, mesin pengisi tabung gas sudah bekerja otomatis. Berat tabung harus delapan kilogram terdiri dari lima kilogram berat tabung dan tiga kilogram berat isi gas.

“Termasuk soal ditemukan tabung gas melon yang ada tambahan las. Ini termasuk tabung yang sudah dilakukan perbaikan karena faktor usia dan ini juga sudah melewati uji kelayakan serta keselamatan sebagaimana mestinya sebelum didistribusikan karena masa pakai tabung itu 5 tahun dan harus diremajakan kembali,” tuturnya.

Mengantisipasi berat gas yang di bawah ukuran, Bang em memberikan tips agar konsumen tidak merasa dirugikan dan konsumen benar-benar mendapatkan hak mereka tersebut.

Disaat konsumen atau emak-emak menukar tabung kosong dengan tabung isi lakukan pengecekan dipangkalan, pastikan keadaan segel tidak rusak, lakukan penimbangan dan selanjutnya lakukan tes kebocoran dengan mencelup tabung gas isi kedalam bak air.

Bila segel dalam keadaan baik, timbangan cukup dan tidak ada kebocoran baru dibeli dan dibawa pulang.

Semua fasilitas pengecekan tersebut sudah tersedia dipangkalan dan pihak pangkalan pun biasanya sudah melakukan pengecekan sebelum tabung gas isi didistribusikan kepada masyarakat.

Namum bilamana tabung yang dibawa dari pangkalan gas setelah pengecekan semua dalam keadaan baik dan pada saat pemakaian gas dirumah emak-emak merasa gas cepat habis dari biasanya itu bisa saja terjadi sebagai akibat adanya kebocoran kecil yang tidak terdeteksi pada bagian regulator atau selang regulator.

Kebocoran pada regulator biasa terjadi akibat pemasangan kurang pas, regurator mengalami kehausan faktor usia pemakaian atau bisa juga karet sadel (pakin) aus atau terjadi kerusakan.

“Sebagai konsumen juga kita harapkan emak-emak ini lebih teliti serta cerdas. Pastikan peralatan di rumah semisal regurator dan selang regurator dalam keadaan baik demi kenyamanan dan keselamatan tentunya,” tutupnya. (RN/ Kalbar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.