Revitalisasi Pasar Beringin Singkawang: Tamu dapat Durian, Tuan Rumah makan Tempoyak

by -1,626 views
Peletakan batu pertama revitalisasi pasar beringin.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama Kepala Disperindagkop dan UKM, Muslimin, saat peletakan batu pertama revitalisasi pasar Beringin beberapa waktu lalu. (Foto: Antara/net).

REAKTIFNEWS.COM, Singkawang Kota – Salah satu aktivitas ekonomi yang erat dengan kehidupan manusia adalah keberadaan pasar. Pasar kemudian memiliki posisi khusus di dalam pemerintahan Indonesia, termasuk bagi Kota Singkawang. Ini dikarenakan pasar merupakan pusat perekonomian masyarakat. Pasar menjadi sangat penting karena melalui pasar kebutuhan seseorang bisa terpenuhi dengan cepat.

Dampak keberadaan pasar yang sangat besar tersebut juga menjadi salah satu alasan mendasar Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang kemudian serius untuk merevitalisasi pasar Beringin yang juga sekawasan dengan Pasar Hongkong hingga dan keberadaanya hampir 60 tahun di Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang Kalimantan Barat tersebut.

Keseriusan Pemkot Singkawang juga dibuktikan dengan beberapa aksi nyata diantaranya menandatangani perjanjian pemanfaatan tanah serta pemberian hak guna bangunan di atas tanah hak pengelolaan milik pemerintah untuk program Revitalisasi Pasar Beringin kepada investor yakni PT. Rezeki Timur Laut (RTL). Berlanjut kemudian peletakan batu pertama pembangunan oleh Wali Kota Tjhai Chui Mie bersama Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin.

Pada hakikatnya, maksud dan tujuan Pemkot Singkawang melakukan revitalisasi pasar Beringin yang mengusung konsep pasar semi moderen yakni guna memenuhi ekspektasi seluruh pedagang dan pengunjung. Seiring berjalannya waktu, revitalisasi pasar Beringin kemudian menuai pro dan kontra masyarakat Singkawang dari berbagai kalangan.

Dari kalangan pedagang yang terhimpun dalam Forum Komunikasi Pedagang Pasar Beringin (FOKPABES) Singkawang kemudian menyodorkan penolakan mereka terhadap revitalisasi pasar beringin yang dinilai justru malah bakal membebani mereka. Mulai dari tempat berjualan terlampau kecil hingga skema biaya sewa yang ditentukan oleh pihak investor PT. Rezeki Timur Laut (RTL) dinilai terlalu tinggi bagi para pedagang.

Soal jeritan khususnya dari kalangan pedagang tersebut kemudian juga ditanggapi anggota dewan sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra. Selaku unsur wakil rakyat dan para pedagang, Sumberanto mengaku mempunyai tanggung jawab untuk menanggapi serta mendengar keluhan dari para pedagang terkait revitalisasi pasar Beringin ini.

“Ada empat point alasan penolakan mereka. Bagaimanapun pendapat para pedagang menjadi sangat penting karna menyangkut hajat hidup orang banyak di pasar tersebut,” jelas Sumberanto kepada REAKTIFNEWS, Jumat (16/9/2022).

Revitalisasi pasar Beringin Singkawang juga mendapat sorotan Ridha Wahyudi. Ia menyebut jika hambatan paling krusial adalah soal pendanaan alias investor maka Pemkot Singkawang tidak perlu susah-susah mencari pihak ketiga, sebab kekutan konsorsium di Singkawang saja diyakini mampu mengelola pasar Beringin.

Pemerintah serta pihak DPRD Singkawang juga diingatkan untuk bertanggung jawab atas dana yang telah di gelontorkan sebelumnya dalam upaya merevitalisasi pasar beringin. Termasuk juga ia menyinggung soal pembentukan Perseroda yang salah satu tujuannya yakni mengelola pasar dimaksud.

“Tidak perlu repot cari investor, grup Berdikari di Singkawang juga bersedia menawarkan diri ikut tender dan mengelola pasar beringin kita ini. Lantas perusahaan perseroan daerah yang sampai test Direksi itu buat apa. Saya tegaskan, proses penunjukan investor cacat hukum dan ada unsur merugikan keuangan daerah. Nanti kita tindak lanjuti dengan laporan ke berwajib,” tegas pengamat pemerintahan sekaligus alumni Brawijaya ini, Senin (19/9/2022).

Ridha menyarankan alangkah lebih tepat jika Pemkot Singkawang mencarikan investor untuk mengelola 3 buah pasar semi moderen yang sudah ada dan hingga kini tidak berfungsi tersebut. Keinginan Pemkot Singkawang saat ini untuk merevitalisasi pasar Beringin Singkawang, mestinya dibuat rencana program yang sistematis dan kemudian ditenderkan agar lebih transparan dengan demikian dapat selalu menghindari terjadinya kerugian-kerugian yang tidak perlu.

“Ini kan konsep sewanya ke pedagang tidak berpatutan, tidak logik ibarat investor menikmati durian legit dan masyarakat kita cuma kebagian tempoyak. Kenapa demikian, karena penunjukan langsung serta perencanaannya kurang sistematis itu tadi. Kalau mau, suruh investor luar itu kelola tiga pasar semi moderen yang ada,” beber Ridha sambil menahan ketawa.

Sementara itu, salah seorang calon yang telah mengikuti proses perekrutan direktur Perseroda Singkawang beberapa tahun lalu, Nova Wijaya, mempertanyakan soal studi kelayakan feasibility (FS) revitalisasi pasar Beringin Singkawang.

“Kalau belum FS maka sangat riskan, contohnya sekarang sudah nampak adanya penolakan pedagang,” tutur Nova.

Bagi pihak swasta, keberhasilkan suatu proyek lebih kepada manfaat ekonomi dari suatu investasi, sedangkan bagi pemerintah maupun lembaga non profit, pengertian keberhasilan bisa dalam arti relatif seperti manfaat bagi masyarakat, pemanfaatan sumber daya dan sebagainya.

Berbagi kalangan kemudian berharap agar revitalisasi pasar  Beringin Singkawang selain harus sejalan dengan perkembangan masyarakat yang notabene merupakan pusat perputaran ekonomi yang paling dekat dengan masyarakat kecil menengah kebawah.

Hal ini sangat dimaklumi, sebab masyarakat kecil menengah kebawah sebagaimana diketahui merupakan kelompok masyarakat yang rentan, hal ini diakibatkan karena kemampuan daya beli yang rendah. Oleh sebab itu Pemkot Singkawang berkewajiban menghadirkan dan mendekatkan pasar kepada masyarakat dengan pertimbangan terukur dan matang. (rn/Top/Ren)

Editor: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.