Masuki Masa Akhir Jabatan, Wali Kota Cantik Ini Tetap Semangat Benahi Singkawang

by -633 views
Normalisasi sungai singkawang.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, tetap semangat memantau progres normalisasi sungai Singkawang. (Foto: media center Singkawang)

REAKTIFNEWS.COM, Singkawang Kota – Jelang akhir masa jabatannya, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie tetap semangat membenahi Kota Singkawang supaya menjadi Kota yang bersih, nyaman, dan berkarakter.

Sebagaimana diketahui, Tjhai Chui Mie yang dilantik 17 Desember 2017 bersama wakilnya Irwan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, akan habis menjabat pada 17 Desember 2022 mendatang.

Seiring berjalannya waktu, Tjhai Chui Mie berusaha keras untuk memperbaiki kampung-kampung kumuh, menata taman-taman kota, berusaha mengatasi banjir dan jalan macet, membenahi pasar Beringin, membenahi pelayanan publik dengan mengetengahkan Mal Pelayanan Publik (MPP), bandara Singkawang, melebarkan jalan dan mendalamkan sungai-sungai yang melintasi Kota Singkawang serta beberapa program lainnya.

Menurut pengamatan dan catatan khusus REAKTIFNEWS, sungguh berat pekerjaan yang dilakukan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie untuk membenahi Kota Singkawang supaya menjadi Kota yang bersih, nyaman, dan berkarakter.

Pengerjaan normalisasi sungai oleh Pemerintah Kota Singkawang terus berlanjut. Normalisasi telah dilakukan sejak tanggal 28 Agustus 2022 hingga sekarang.

Seperti yang dilakukan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie pada Minggu (25/9/2022). Bersama pihak Dinas PUPR, Tjhai Chui Mie melakukan peninjauan normalisasi sungai di Cisadane.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengatasi banjir yang melanda saat musim penghujan tiba. Pengerjaan normalisasi sungai oleh Pemerintah Kota Singkawang hingga saat ini masih terus berlanjut dan normalisasi telah dilakukan sejak tanggal 28 Agustus 2022 hingga saat ini.

Kepada media dikatakan Tjhai Chui Mie, bahwa pengerjaan normalisasi sungai terus dilakukan hingga selesai. Ada tiga sungai yang dinormalisasi hingga tembus ke laut, yaitu sungai di cisadane, kelapa 2 dan Gang Sejati.

“Ada tiga sungai yang dinormalisasi hingga tembus ke laut, sungai di Cisadane, kelapa dua dan Gang Sejati. Semoga dengan normalisasi sungai ini dapat mencegah terjadirnya banjir di Kota Singkawang,” ujar Wali Kota cantik ini.

Justru yang menjadi pertanyaan sekarang yakni mana yang lebih mudah, menata Kota lebih awal atau menata Kota yang sudah semrawut dulu seperti Kota Singkawang atau mungkin Kota-kota lainnya di Indonesia?

Kalau menata Kota lebih awal, berarti Pemimpinnya harus visioner dan harus mementingkan kebutuhan warganya ketimbang kepentingan pribadinya atau kelompoknya.

Pada prinsipnya, penataan kota yang dilakukan lebih awal dituntut adanya transparansi anggaran. Apa lagi sekarang sudah zamannya era transparansi, karena setiap orang terutama para pengamat dan grup yang anti korupsi dengan sangat mudah melakukan analisis dan mudah mencari celah untuk mengetahuinya, sehingga mau tidak mau Pemimpinnya harus bebas dan bersih dari korupsi.

Sedangkan menata kota yang sudah semrawut, banyak yang menilai hal ini jauh lebih berat serta menggunakan banyak anggaran, butuh waktu dan kerja keras dari seluruh aparat yang ada untuk menatanya.

Publik kemudian berharap, melalui pembenahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Singkawang yang telah dikukuhkan dengan Peraturan Daerah (Perda) lantas menjadi solusi jitu dalam mengurai beragam persoalan yang dihadapi kota Singkawang sekarang dan mendatang. (Top/Yud/RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.