Astaga, Bandara Singkawang Berencana Layani Boeing 737-500 yang Dikenal Rawan Mati Mesin di Udara

by -8,169 views
Ilustrasi - Tangkapan layar surat permohonan beroprasi pihak Sriwijaya Air dengan menggunakan pesawat B 737-500 di Bandara Singkawang berikut saat penyelam TNI AL berhasil menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang nahas ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021) silam. (Antara Foto/ Reaktifnews.com)

REAKTIFNEWS.COM, SINGKAWANG – Pihak PT. Sriwijaya Air berencana beroperasi di Bandar Udara Singkawang, Kalimantan Barat dengan menggunakan pesawat B 737-500 dalam waktu dekat.

Diketahui permohonan untuk keperluan tersebut oleh pihak maskapai Sriwijaya Air juga telah melayangkan surat resminya kepada pihak UPBU Tebilian Sintang pada 12 Juni 2024 perihal Assessment Bandar Udara Singkawang.

Surat bernomor 158/EXT/DIR/VI/2024 ditandatangani Direktur Operasi PT. Sriwijaya Air Capt. Putut Bahari Setyadji itu berisikan permintaan ijin untuk team Assessment Sriwijaya Air untuk kembali mungunjungi Bandar Udara Singkawang dalam rangka melakukan verifikasi data Aeronautical Information Publication (AIP) di Bandar Udara Singkawang.

AIP sendiri merupakan data berisikan informasi aerounautika yang bersifat permanen dan sangat penting bagi navigasi penerbangan.

Rekam Jejak Insiden Boeing 737-500 di Seluruh Dunia

Boeing 737-500 atau B735 mulai diproduksi massal pada 1990 dan dipakai pertama kali untuk penerbangan komersial pada 1990 oleh Soutwesh Airlines yang berbasis di Dallas, Texas, Amerika Serikat.

Boeing 737-500 adalah pesawat seri klasik berjangkau pendek dan berbadan sempit. Tahun pertama produksinya yakni 1984-2000 atau sudah tidak diproduksi lagi. Diketahui pula, pesawat jenis Boeing 737-500 yang bakal dioperasikan Sriwijaya Air di Bandara Singkawang ini juga terbukti mempunyai berbagai catatan buruk.

Tragedi memilukan juga menimpa pesawat Sriwijaya jenis Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak tiga tahun lalu yang nahas jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu sore 9 Januari 2021 atau tiga tahun silam. Pesawat tersebut membawa 62 orang, terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru pesawat.

Dari jumlah tersebut, turut dikabarkan oleh CNN Indonesia bahwa pihak Rumah Sakit Polri pada (16/1) silam setidaknya menerima 162 kantong berisi bagian tubuh korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang nahas ini.

Berikut catatan insiden Boeing 737-500 atau B735 lainnya yang dirangkum newsroom Reaktifnews.com di seluruh dunia:

Inggris 1996

Pada 5 September 1996, B735 yang dioperasikan British Midland mengalami turbulensi di atas London.

Denmark 1999

Pada 3 September 1999, B735 rute Birmingham ke Copenhagen yang dioperasikan Maersk Air terpaksa mengalihkan rute ke Billund karena cuaca buruk dan sempat memutari area destinasi kemudian mendarat dengan cadangan bahan bakar yang terakhir.

Amerika Serikat 2001

Pada 16 Agustus 2001 B735 yang baru saja mendarat di Bandara Dallas di runway 18R tiba-tiba keluar jalur hingga ke runway 18L dan berada tepat di depan Delta Boeing 737-300 yang dipercaya diperintahkan untuk menahan posisi tetapi ternyata siap lepas landas.

Amerika Serikat 2006

Pada 21 Agustus 2006 B735 mengalami patah roda depan ketika diderek di Newark Liberty International Airport.

Inggris 2007

B735 yang dioperasikan LOT Polish Airlines kehilangan semua informasi yang ditampilkan pada Electronic Flight Instrument System (EFIS). Kru juga kesulitan mengontrol pesawat secara manual dan berkomunikasi dengan Air Traffic Control (ATC) karena masalah bahasa. ATC tidak menyatakan insiden ini darurat namun menyediakan saluran komunikasi khusus dan meminta pesawat mendarat dengan aman setelah 27 menit mengudara.

Amerika Serikat 2008

Terjadi insiden pada B735 saat percobaan lepas landas dalam kondisi crosswind.

Rusia 2008

Pada 13 September 2008, B735 Aeroflot-Nord mendarat tidak sempurna pada malam hari di Bolshoye Savino Airport yang menyebabkan kehilangan kontrol dan kecelakaan.

Pesawat Delta kemudian berupaya menghindar namun mengalami tabrakan pada bagian ekor.

Inggris 2009

Pada 30 Oktober 2009, Bombardier DHC8-400 yang mendarat pada malam hari gagal berhenti di runway 08 kemudian terus melaju hingga ke jalur B735 yang baru saja mendarat. Investigasi mengungkap kru DHC8 melakukan kesalahan.

Ceko 2012

Pada 7 September 2012, kru Air France Airbus A319 gagal mematuhi instruksi pendaratan kemudian terlibat konflik dengan B735 yang juga ingin mendarat. ATC kemudian bisa menenangkan situasi usai memberikan perintah ulang.

Nigeria 2010

B735 pada 24 Agustus 2010 mendarat tanpa bisa dikontrol di lintasan pacu basah. Pesawat sempat melintas di area rumput sebelum akhirnya kembali ke jalur tengah.

Rusia 2013

B735 gagal mendarat pada 17 November 2013 dengan mulus setelah kru tidak menyadari peringatan mendadak. Penyelidikan mengungkap pilot tidak pernah menerima latihan yang layak untuk kondisi seperti itu.

Spanyol 2019

Pada 5 April 2019, kru B735 menyatakan keadaan darurat usai lepas landas dari bandara Madrid Barajas setelah mengalami masalah mengontrol ketinggian vertikal pesawat. Pesawat kemudian mendarat darurat di pangkalan militer.

Investigasi menemukan malfungsi yang kemungkinan membuat pilot tidak bisa menjalankan autopilot tidak tercatat sebelum penerbangan. (RN-TIM)

Editor: Topan
Pewarta: Yudi

No More Posts Available.

No more pages to load.