Catatan Kritis Untuk Pj Wali Kota Singkawang; No Action Talk Only!

by -1,745 views
ilustrasi pj wali kota singkawang
Penjabat (Pj) Kepala Daerah. Ilustrasi: Reaktifnews.com

Singkawang, REAKTIFNEWS.COM

Di masa transisi menuju perhelatan besar Pemilu 2024, kondisi pemerintahan semuanya berganti dari defenitif hasil politik ke penunjukan penjabat (Pj) oleh pemerintah. Kota Singkawang juga mengalami hal serupa dengan berbagai masalah yang harus diselesaikan. Sebut saja permasalahan korupsi, harga kebutuhan pokok, krisis ekonomi, pengangguran, kebijakan pemerintah, kemiskinan, krisis moralitas hingga kualitas kesehatan dan pendidikan.

Khusus bagi Kota Singkawang sekarang dan mendatang, penilaian ini tidak personal tapi berbasis evaluasi kinerja, berdasarkan data dan fakta atas hasil kemampuan Pj Walikota Singkawang saat ini dan tantangan Pj Wali Kota Singkawang mendatang yang dihadapi niscaya tantangan tidak mudah.

Sebut saja menyelesaikan urusan kemiskinan, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Singkawang pada 2022 sejumlah 10,82 penduduk atau 4,67% warga masyarakat Kota Singkawang masih dalam kondisi miskin. Persoalan kemiskinan ini bukan hanya menyangkut jumlah dan persentase penduduk miskin melainkan dimensi lain yang harus menjadi perhatian yaitu tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Pada tahun 2021 hingga 2022, Indeks Kedalaman Kemiskinan di Kota Singkawang menunjukan adanya peningkatan yaitu dari 0,73 pada 2021 menjadi 0,87 pada 2022. Sementara dari sisi Indeks Keparahan Kemiskinan juga menunjukan adanya peningkatan yaitu dari 0,17 pada 2021 menjadi 0,27 pada 2022 atau terjadi peningkatan sebasar 0,10 poin.

Artinya Singkawang masih besar tingkat kemiskinan jika dibanding Kota Pontianak hanya 4,46% penduduk miskin atau Kabupaten Kubu Raya dengan 4,12% penduduk miskin pada 2022.

Pekerjaan berat Pj di Kota Singkawang juga harus menyelesaikan kasus stunting yang besar dialami masyarakat Singkawang. Sesuai Keputusan Wali Kota Singkawang Nomor: 400.13.37/172/DINKESKB.DALDUKKB Tanggal 5 April 2023 tentang Lokasi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Kota Singkawang Tahun 2023.

Dari data tersebut diketahui angka prevalensi stunting (E-PPGBM) di Kota Singkawang masih cukup tinggi dan menjadi pekerjaan rumah Pemkot Singkawang. Terdapat 10 Kelurahan yang tersebar di tiga Kecamatan lokasi fokus (Lokus) penanganan stunting meliputi Kecamatan Singkawang Utara, Singkawang Timur dan Kecamatan Singkawang Tengah.

Tantangan lain jadi Pj di Kota Singkawang yakni meningkatkan kemandirian ekonomi Singkawang dengan menghidupkan BUMD maupun UMKM demi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah sekaligus menghidupkan iklim ekonomi di Kota Singkawang.

Urusan banjir juga menjadi pekerjaan rumah Pj Walikota di Singkawang untuk menangani dan mencari solusi mengatasinya ketika selalu datang imbas setiap musim hujan.

Termasuk urusan inflasi dan defisit anggaran juga menjadi tugas lain yang wajib diselesaikan Pj Walikota Singkawang agar mampu menstabilkan kondisi keuangan ke keadaan normal termasuk kelambanan penyerapan anggaran Kota Singkawang yang menjadi salah satu penyebab berbagai program terhambat hingga berdampak langsung bagi kepentingan publik Kota Singkawang.

Jika Pj sebelumnya tidak mampu menyelesaikan permasalahan Kota Singkawang tersebut seharusnya dengan kesadaran diri dan sikap kesatria untuk mengundurkan diri.

Jangan karena ego haus kekuasaan, jabatan, maupun kepentingan lainnya justru semakin merusak keadaan dan membuat semakin memperburuk hingga berdampak langsung ke masyarakat Kota Singkawang. (top)

No More Posts Available.

No more pages to load.