EM ABDURRAHMAN: Dukungan untuk Dishub, Soroti Masalah Parkir di Singkawang

by -588 views
infografis kendaraan singkawang 2024
Ketua Asosiasi Juru Parkir EM Abdurrahman dan info grafis jumlah kendaraan di Kota Singkawang Juli 2024. (Grafis: reaktifnews.com)

REAKTIFNEWS.COM, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang melalui pihak Dinas Perhubungan (Dishub) berencana menerapkan beberapa kebijakan baru terkait penertiban parkir di beberapa ruas jalan mulai 1 Agustus 2024. Pertama, pengempesan sebagian atau seluruh ban kendaraan. Dua, penguncian ban kendaraan. Tiga, derek. Empat, tilang atau berbayar.

Dari semua kebijakan tersebut, Ketua Asosiasi Juru Parkir Kota Singkawang EM Abdurrahman berpendapat, sepanjang pembenahan dan pengelolaan perparkiran tersebut dalam rangka mengatasi segudang masalah menyangkut kenyamanan bersama maka wajib untuk didukung.

“Sepanjang untuk membenahi dan mencipakan kenyamanan bersama, ya kita dukung. Hanya saja menurut hemat saya, persoalan parkir ini kan harus kita lihat dari hulu sebelum ke hilirnya,” kata Rahman, Kamis (11/07/2024).

Rahman menyebut persoalan di hulu semisal makin berkembangnya pusat perbelanjaan, restoran, kafe maupun tempat keramaian lainnya. Namun demikian justru hal tersebut tidak diimbangi dengan fasilitas lahan parkir yang memadai bagi usaha-usaha dimaksud.

“Singkawang makin berkembang, iya, itu bagus. Cuma yang jadi pertanyaan kok mudah sekali memberikan izin untuk usaha itu dan seolah lahan parkir justru dianggap hal sepele,” tuturnya.

“Jukir ini kan pada prinsipnya cuma jasa menertibkan saja. Itu juga tergantung dimana pusat keramaian itu ada. Magnetnya itu pusat keramaian, artinya harus berterima kasih juga dengan keberadaan jukir di situ. Coba kalau tidak ada jukir,” jelas Rahman.

Lanjut dia, tata kelola perparkiran di Kota Singkawang perlu dilakukan sepanjang orientasinya untuk ketertiban umum. Namun yang juga penting, kebijakan tersebut juga harus memperhatikan hak-hak para juru parkir yang selama ini diketahui menjadi salah satu potensi penyumbang PAD Singkawang sebagai kota pariwisata.

“Dengan jumlah kendaraan yang semakin meningkat di Singkawang, kontribusi anggota kami ini bukan setahun dua tahun, bahkan ada yang puluhan tahun berkontribusi dalam menarik retribusi. Masalah di hilir ini juga harus jadi perhatian pemerintah,” ujarnya.

Rahman berharap bagaimanapun Kota Singkawang harus tertib. Demikian pula semakin bertumbuhnya Singkawang juga bakal berdampak pada tata kelola perparkiran. Untuk itu selain tindakan tegas juga diperlukan regulasi jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi kondisi dimaksud.

“Kita sepakat bahwa Singkawang harus tertib dan harus dimulai dari sekarang. Saatnya kita berpikir futuristik, jangan hanya memandang persoalan hanya hari ini saja,” pungkas Rahman. (TIM-RN)

Editor: Topan
Sumber: reaktifnews.com

No More Posts Available.

No more pages to load.