Gegara Ornamen di Pagar Kantor Walikota Singkawang, Afung: Tolonglah Kami Tionghoa Jangan Dipolitisir

by -32,169 views
salah satu tokoh pemuda tionghoa singkawang hermanto afung.
Hermanto Afung. Foto: Reaktifnews.com

Singkawang, REAKTIFNEWS.COM

Gegara pemasangan ornamen naga pada Kantor Wali Kota Singkawang di Jalan Firdaus beberapa hari lalu menuai reaksi dan kecaman sejumlah elemen di Singkawang, Kalimantan Barat.

Kejadian bermula dengan pemasangan spanduk penolakan pada Sabtu (9/12), disusul kemudian aksi demonstrasi pada Senin (11/12) pagi.

Dilaog perwakilan masyarakat yang kontra bersama pihak Pemerintah Kota Singkawang melalui Pj Wali Kota Singkawang juga sempat diwarnai beberapa kali jalan buntu alias deadlock.

Bahkan hingga tadi malam kembali dilaksanakan pertemuan di Kantor Wali Kota Singkawang dengan mengundang perwakilan pengunjuk rasa serta Forkopimda Singkawang yang menurut informasi serta dari video pertemuan yang beredar tersebut tetap saja menemukan jalan buntu alias kembali deadlock.

Padahal soal ornamen Tionghoa di pagar Kantor Wali Kota Singkawang yang diributkan tersebut belum tentu sepenuhnya mewakili aspirasi masyarakat Tionghoa Singkawang secara keseluruhan.

Sebaliknya, justru banyak masyarakat Tionghoa Singkawang yang tidak tahu-menahu terkait polemik yang terjadi ini, jelas salah satu tokoh pemuda Tionghoa Singkawang Hermanto Afung, kepada portal berita Reaktifnews.com pada Selasa (12/12/2023).

“Kasihan masyarakat tionghoa yang justru tidak tahu ujung pangkal masalah ini. Sebaiknya lakukan jajak pendapat di kalangan tionghoa misalnya. Jadi jelas keinginan siapa,” kata salah satu sosok calon muda Walikota Singkawang 2024 mendatang ini.

Menurut Afung, apa lagi saat ini memasuki tahun politik sehingga isu-isu yang dapat merusak keharmonisan di Kota Singkawang khususnya yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik jangan sampai tercerai-berai.

“Kita ingin Singkawang selalu harmonis. Tolonglah simbol-simbol tionghoa ini jangan dipolitisir yang akhirnya berdampak kepada orang tionghoa itu sendiri dan simpul-simpul masyarakat lainnya,” kata Afung yang diketahui juga mantan Ketua PSSI Kota Singkawang tersebut.

Lanjutnya, terpenting saat ini adalah bagaimana iklim usaha di Kota Singkawang dapat berjalan dengan baik, perekonomian bertumbuh, sehingga benar-benar berdampak postif bagi masyarakat Kota Singkawang secara keseluruhan.

“Saya yakin yang diinginkan kalangan elit-elit Tionghoa Singkawang justru menginginkan tetap harmonis dengan perekonomian kita semakin bertumbuh. Tanyakan saja ke elit-elit Tionghoa, sebagian besar pasti mengiginkan demikian,” tuturnya.

Afung kembali mengingatkan agar toleransi berikut predikat Kota Tertoleran Singkawang yang didalamnya terkandung nilai rukun dan damai menjadi pemersatu dan kekuatan untuk meraih masa depan Kota Singkawang yang gemilang.

“Mari kita ambil pelajaran dari peristiwa pahit menyangkut SARA sebelumnya. Anggaplah periode lalu itu selaku pengalaman buat kehati-hatian kita dalam melangkah kedepan nantinya,” pungkas Afung. (Asri)

No More Posts Available.

No more pages to load.