Ini Alasan Pemerintah Terapkan Sertifikat Tanah Elektronik

by -1,276 views
lounching sertifikat tanah elektronik singkawang 2024
Sesuai Permen ATRKBPN Nomor 3 Tahun 2023, Pj Wali Kota Singkawang Sumastro melaunching penerbitan dokumen elektronik bersama Sekjen Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Aula Kantor Pertanahan, Selasa (11/6/2024). (Foto: Kominfo Singkawang)

REAKTIFNEWS.COM, SINGKAWANG – Tahukah anda bahwa program sertifikat tanah elektronik sebelumnya telah resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2023 lalu. Hal ini merupakan bagian dari implementasi konsep Digital Melayani (Dilan) dan secara bertahap sertifikat tanah di Indonesia tidak lagi diterbitkan berupa lembaran-lembaran kertas, melainkan berbentuk elektronik.

Hal ini mengingat hampir seluruh negara, baik di benua Eropa, Australia, Amerika, dan Asia, telah menggunakan sertifikat tanah elektronik. Sehingga dengan mengimplementasikan sertifikat tanah elektronik, pengelolaan pertanahan di Indonesia telah berstandar dunia dan setara dengan negara lainnya.

Lagipula, sertifikat tanah yang selama ini berbentuk kertas memiliki segudang risiko, seperti pencurian, pemalsuan yang dilakukan oleh oknum mafia tanah, kerusakan akibat kebakaran serta kerusakan lainnya.

Di samping itu, Indonesia berada di kawasan ring of fire yang menjadikan risiko kerusakan dan kehilangan sertifikat tanah akibat bencana semakin besar.

Tak hanya itu, sertifikat tanah konvensional juga menyebabkan antrean di loket pelayanan pertanahan menjadi panjang dan menumpuk.

Dengan demikian, melalui penerapan sertifikat tanah elektronik, proses pendaftaran tanah menjadi lebih efektif dan efisien. Kemudian, melindungi keamanan sertifikat tanah dari risiko bencana, termasuk bencana alam seperti banjir dan gempa bumi.

Termasuk pula bagian meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pembuatan sertifikat, mengurangi interaksi dengan masyarakat dalam pelayanan pertanahan, dan membatasi ruang gerak para mafia tanah.

Diketahui pula bahwa sistem keamanan sertifikat tanah elektronik menggunakan sistem block data yang siap di integrasikan dengan sistem blokchain.

Dengan sistem block data, data digital dapat disimpan dengan aman dan dikirimkan tanpa risiko peretasan maupun manipulasi, sehingga pemerintah dapat meningkatkan proteksi data pada sertifikat tanah versi elektronik.

Melalui implementasi sistem blockchain, keamanan otentisitas dan validitas data sertifikat akan lebih meningkat sehingga mengurangi risiko sertifikat palsu dan duplikasi data.

Tidak sampai disitu, sertifikat tanah elektronik juga diterbitkan menggunakan secure document yang disahkan melalui tanda tangan elektronik, sehingga kerahasiaan dan keamanan data pertanahan dapat terjamin dan jika diperlukan dapat diberikan dalam bentuk fisik berupa security paper.

Terdapat pula QR Code di sertifikat tanah elektronik. Hal itu memberikan kemudahan akses bagi pemilik tanah untuk mendapatkan informasi data di mana saja dan kapan saja secara real-time melalui aplikasi Sentuh Tanahku yang di dalam aplikasi tersebut terdapat fitur notifikasi jika terjadi perubahan data dalam sertifikat tanah elektronik dimaksud. (TIM-RN)

Editor: Topan
Sumber: Reaktifnews.com/ATR-BPN

No More Posts Available.

No more pages to load.