Investasi Oksigen, Camat Apriyanto: Merawat Kehidupan Melalui Mangrove

by -450 views
PENANAMAN MANGROV DI SINGKAWANG SELATAN.
Forkopimcam di wilayah Singkawang Selatan bersama stakeholder lingkungan hidup melakukan pelestarian hutan bakau pada Sabtu, (25/2/2023) di hilir sungai Sakok. (Dok/Foto: Topan/ RN)

SINGKAWANG, Reaktifnews — Camat Singkawang Selatan bersama-sama Kapolsek Singkawang Selatan, Danramil 1202-08/SKS, Lurah sekecamatan Singkawang Selatan, Dinas Lingkungan Hidup, Kwaran Pramuka Singkawang Selatan termasuk dari unsur pegiat lingkungan hidup yakni Mapala, Kompas dan lainnya melakukan penanaman sejumlah 1500 pohon bakau (Mangrove) pada kawasan hutan mangrove yang berada di hilir sungai Sakok. Tepatnya di Gang Sejati Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang pada Sabtu (25 Februari 2023).

Dikatakan Camat Singkawang Selatan Apriyanto, tujuan dari kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jajaran Forkopimcam bersama stakeholder khususnya di wilayah Singkawang Selatan terhadap pelestarian ekosistem mangrove.

“Ini merupakan ikhtiar bersama kita dalam melestarikan ekosistem hutan bakau di wilayah kita. Semoga gerakan ini setidaknya dapat menyelamatkan pantai dari gelombang arus laut, termasuk naiknya permukaan laut dan erosi yang menjadi salah satu faktor terjadinya banjir yang melanda belakangan ini,” tutur Apriyanto.

Lebih lanjut dijelaskan Camat Apriyanto bahwa keberadaan hutan mangrove memiliki fungsi besar bagi lingkungan hidup. Diantaranya tumbuhan tersebut sangat ampuh menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai selain juga sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2) serta berperan sebagai tempat hidup berbagai macam biota laut seperti ikan-ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan.

Selain binatang laut, bagi hutan mangrove yang ruang lingkupnya cukup besar sering terdapat jenis binatang darat di dalamnya seperti kera dan burung.

“Ekosistem bakau atau mangrove ini adalah pabrik terbesar penghasil oksigen di bumi,” jelas Apriyanto.

Camat Apriyanto berharap dan mengajak segenap pihak untuk merawat kehidupan. Diantaranya dengan menanam dan merawat ekosistem hutan mangrove. “Restorasi hutan mangrove merupakan bagian dari investasi hijau. Investasi yang berfokus pada aspek lingkungan, dengan tata kelola yang baik diharapkan kelangsungan perekonomian dan kehidupan kita di masa depan menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Top/RN)

Editor|Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.