Kutu Loncat Politik, Caleg Terpilih yang Maju Pilkada Dinilai Tak Jalankan Mandat Rakyatnya

by -1,453 views
titi anggraini
Pengajar Hukum pemilu dari Universitas Indonesia Titi Anggraini (Kompas/Pradipta Pandu)

REAKTIFNEWS.COM, SINGKAWANG – Fenomena calon anggota legislatif terpilih yang maju pemilihan kepala daerah atau pilkada akan kembali terulang dalam Pilkada 2024. Selain menjadikan pemilihan legislatif sekadar ajang tes ombak, para caleg terpilih dianggap tak menjalankan mandat yang diberikan rakyat.

Jika memang benar pandangan tersebut, maka untuk skala Kota Singkawang di Pilkada 2024 mendatang setidaknya ada nama-nama beberapa orang caleg terpilih yang saat ini begitu bersemangat ingin kembali maju di Pilkada Singkawang.

Mereka adalah Walikota Singkawang periode 2017-2022 Tjhai Chui Mie yang pada pileg Februari 2024 lalu berhasil mendapatkan kursi untuk DPRD Provinsi dari dapil Singkawang-Bengkayang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Nama lain yakni Muhammadin, merupakan sosok wakil rakyat di DPRD Singkawang periode 2019-2024 dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Singkawang 3 (Kecamatan Singkawang Utara dan Singkawang Timur) yang kembali terpilih dalam pileg 2024 lalu dari dapil yang sama. Ia juga dikabarkan santer nekat mundur dan melepas jabatan unsur pimpinan di DPRD Singkawang periode 2024-2029 demi untuk Pilkada Singkawang.

Pengajar hukum pemilu dari Universitas Indonesia, Titi Anggraini, mengatakan beberapa hal menarik terkait fenomena majunya caleg terpilih tersebut. Mereka menjadikan pemilihan legislatif (pileg) sebagai sarana menguji elektabilitas sekaligus pengenalan dan memelihara ingatan publik.

”Caleg terpilih yang maju pilkada ini meninggalkan mandat rakyat sebelum mereka bertugas menjalankan amanat konstituennya. Partai politik pun pragmatis dengan tetap mengusung mereka di pileg sebagai pendulang suara untuk mengamankan kursi,” ujar Titi saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (14/4/2024) dikutip dari Kompas.id.

Kutu loncat politik

Selain itu, kata Titi, fenomena caleg terpilih maju pilkada juga menjadi gambaran masalah kaderisasi dan regenerasi yang menunjukkan terbatasnya figur mumpuni di kalangan internal partai politik. Kondisi ini mengakibatkan rekrutmen politik akhirnya bertumpu pada sosok politisi tertentu saja.

”Pemilih mestinya jeli dalam mencermati fenomena ini supaya tidak asal-asalan memilih calon kepala daerah yang pragmatis dan sekadar jadi kutu loncat politik,” ucapnya. (TIM-RN)

Sumber : Reaktifnews.com/Kompas.id
Penulis : Dirga
Editor : Topan

No More Posts Available.

No more pages to load.