Melihat Kerukunan Warga Desa Sijangkung, Kampung Moderasi di Singkawang

by -1,183 views
Launching kampung moderasi beragama Singkawang di halaman kantor Kementerian Agama Singkawang. (MC/RN)
Launching kampung moderasi beragama Singkawang di halaman kantor Kementerian Agama Singkawang. (MC/RN)

Singkawang, REAKTIFNEWS.com

Desa Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, adalah contoh nyata tentang bagaimana masyarakat yang beragam etnis dan agama hidup berdampingan dengan harmonis.

Penduduknya hidup dalam kerukunan, saling menghormati dan mendukung satu sama lain. Pengalaman ini memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya perdamaian dan toleransi dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.

Menurut data Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemendagri RI periode Semester 1 Tahun 2021 menyebutkan bahwa Desa Sijangkung memiliki jumlah penduduk kurang lebih 3237 KK dengan 11658 jiwa. Tercatat sebanyak 1751 jiwa beragama Islam, sementara 1277 beragama Kristen, 1467 Katolik, Budha 7048 jiwa, Konghucu 101 jiwa dan Hindu 14 jiwa. Mereka hingga saat ini hidup rukun meski berbeda agama.

Usai dilaksanakan launching sebagai Kampung Moderasi Beragama bersama satu lagi desa lainnya yakni desa Nyarumkop di Kecamatan Singkawang Timur, kehidupan sosial agama di Desa Sijangkung dan Nyarumkop dinilai 100 persen rukun dan 0 (Zero) konflik agama. Hal ini tak terlepas dari penghargaan yang diterima Kota Singkawang sebagai kota tertoleran di Indonesia.

Praktik baik tersebut kemudian diapresiasi oleh berbagai pihak. Tidak terkecuali melalui Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang, Sumastro yang menyampaikan ucapan selamat dan mendukung sepenuhnya 2 kelurahan yang baru saja di nobatkan selaku Kampung Moderasi Beragama pada, Rabu (9/8/2023).

“Saya sangat senang dengan adanya launching kampung moderasi beragama di Kota Singkawang, yang saya lihat dan saya yakini ini tujuannya linier dan selaras dengan upaya kita bersama untuk merawat toleransi yang memang sudah berkembang dengan sangat mengagumkan di Kota Singkawang ini,” ucap Sumastro di halaman kantor Kementerian Agama Singkawang.

Sumastro mengharapkan dua kelurahan ini dapat menjadi contoh dan mewakili 26 kelurahan yang ada di Kota Singkawang dalam rangka menjaga kerukunan hidup beragama antar masyarakat untuk semakin memperkuat predikat Kota Tertoleran.

“Tiga kali predikat ini bisa kita raih dan tidak mudah karena branding kota tertoleran ini sangat kuat. Bukan hanya dalam rangka menjaga kerukunan hidup antar masyarakat yang beranekaragam etnis dan agama tetapi juga menjadi jaminan bahwa daerah tersebut nyaman dan menarik untuk dikunjungi. Termasuk juga jaminan keamanan dan kondusitfitas suatu wilayah untuk berinvestasi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, moderasi beragama berarti mengambil jalan tengah atau dalam Islam dikenal dengan wasathiyah. Cara pandang dalam beragama yang moderat, saling menghargai perbedaan.

Diharapkan model kampung moderasi beragama ini dapat memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keragaman, toleran, memperkokoh sikap beragama yang moderat berbasis desa atau kampung. (top/RN)

No More Posts Available.

No more pages to load.