Menilik Keresahan Relokasi PKL Taman Burung-Mess Daerah Singkawang

by -4,439 views
relokasi pkl singkawang 2024
Keadaan di lokasi PKL yang baru (atas) dan saat ini (bawah) pada Selasa (18/6/2024) Pukul 19.30 WIB. (Foto: Reaktifnews.com)

REAKTIFNEWS.COM, SINGKAWANG – Tertanggal 19 Juni 2024, Pemerintah Kota Singkawang (Pemkot Singkawang) memutuskan untuk merelokasi semua Pedagang Kaki Lima (PKL) dari selasar Taman Burung dan Mess Daerah. Para PKL yang kerap berjajar di sepanjang Jalan Merdeka direlokasi ke Teras lapangan Tarakan terletak di Jalan Perwira.

Jalan Merdeka yang semula dipenuhi oleh hiruk pikuk keramaian antara PKL, musisi jalanan, odong-odong hingga wisatawan sejak beberapa tahun belakangan mulai dari malam, hari biasa maupun weekend, pusat kota Singkawang ini selalu ramai pengunjung. Kini, keramaian tersebut bakal menyurut pasca penegasan yang disampaikan Pj Wali Kota Singkawang, Sumastro, soal pemindahan PKL dari selasar Jalan Merdeka (Taman Burung dan Mess Daerah) menuju Teras lapangan Tarakan.

Arsy, warga yang sudah puluhan tahun berdomisili di Singkawang kepada awak Reaktifnews pada Selasa (18/6/2024) menyatakan bahwa wacana relokasi ini sepenuhnya ia dukung demi kelancaran dan kebersihan kawasan dimaksud.

“Pertama mengganggu pengguna jalan mobil atau motor, jalan jadi sempit dan kota juga jadi kotor, kumuh. Pj Wali Kota harus tegas pindahkan, bukan tempatnya jualan di situ. Cari lokasi seperti di Kuching khusus jualan makanan dan lain-lain,” ujarnya.

Tuai Pro-Kontra

Kebijakan relokasi yang dilakukan oleh Pemkot Singkawang sontak menuai pro dan kontra dari para PKL. Permasalahan utama yang dikeluhkan oleh para PKL adalah terkait omzet.

“Kalau dari segi pendapatan jelas akan berkurang jauh, masih mending yang dapat tempat cukup mudah untuk dilihat pengunjung. Coba yang posisinya di belakang atau di paling ujung pasti susah,” ungkap salah seorang PKL di Taman Burung.

Banyak PKL yang merasa bahwa lokasi dari kios mereka sangat menentukan ramai atau tidaknya jualan mereka oleh para pengunjung. Ketika para PKL memiliki kios yang terletak di sudut atau kurang strategis tentu saja tidak banyak pengunjung yang datang ke kios mereka.

Menanggapi hal tersebut, Pemkot sebenarnya sudah mengupayakan berbagai bantuan kepada para PKL yang direlokasi. “Selama lima tahun awal ini, pemerintah sama sekali tidak menarik retribusi apapun,” ungkap Sumastro saat sosialisasi relokasi PKL Kawasan Taman Burung dan Mess Daerah, Sabtu (11/5/2024) di Basement Kantor Wali Kota.

“Makanya kami berkoordinasi dengan pihak Kodim 1202/SKW, dan mereka menjamin kepada kita untuk mendesain sebuah lokasi baru yang memadukan sport Center dan sentra kuliner terpadu di Lapangan Tarakan. Dan kita yakin itu akan jadi sebuah daya tarik yang mendorong terjadinya transaksi yang sangat bagus, dimana ketika ada orang berolahraga maka sentra kuliner akan jadi pilihan mereka dalam menghilang rasa haus dan laparnya selepas berolahraga baik itu pagi, siang sore ataupun malam,” jelasnya.

“Namun tentu kita juga mengatur batasan waktu nya, tidak mungkin kita biarkan 24 jam penuh mengingat disitu ada pemukiman padat penduduk,” tambahnya. (TIM-RN)

Penulis: Ghifari
Editor: Topan

No More Posts Available.

No more pages to load.