Reaktifnews.com, SINGKAWANG – Sanksi tegas mulai efektif diberlakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Singkawang bagi pengguna kendaraan yang melanggar kelancaran lalu lintas, khususnya terkait perparkiran di Singkawang, Kalimantan Barat.
“Kalau kita liat dari tipikal pelanggaran, ini termasuk tinggi di Kota Singkawang dan sekaligus menunjukkan bahwa perilaku masyarakat kita belum tertib khususnya terkait perparkiran,” sebut Kepala Dishub Kota Singkawang, Eko Susanto, di Aula Dishub, Rabu (31/7/2024).
Namun, Eko juga mengakui, kurangnya pengawasan menjadi penyebab rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.
“Dan ini bisa dilihat sebagai efek tidak adanya kegiatan pengawasan di waktu sebelumnya, yang mana terakhir kita lakukan di tahun 2021 hingga baru Juli 2024 kemarin baru dilakukan pengawasan kembali,” ungkap Eko.
Menurutnya, jumlah kantong-kantong parkir di Singkawang masih efektif dalam menampung jumlah kendaraan yang ada, sehingga tidak ada alasan bagi warga untuk parkir sembarangan.
“Kita sudah bagi zona kantong-kantong parkir, dan itu efektif dan masih mampu menampung jumlah kendaraan yang parkir,” ujarnya.
“Contoh di rusen, itu sudah kita arahkan ke kantong parkir depan masjid raya, begitu juga jalan Budi Utomo dan Setia Budi itu kiri jalannya masih bisa ditempati parkir,” lanjutnya.
Ditempat yang sama, Kabid Lalu Lintas Dishub Singkawang, Adi Haryadi mengatakan pihaknya akan melakukan pengempesan ban baik untuk kendaraan roda 2 atau 4 yang melakukan pelanggaran parkir.
“Bagi kendaraan roda 2 atau 4 yang melanggar aturan parkir, maka kita lakukan pengempesan ban 50 persen,” ujarnya. (RN-TIM)
Editor: Topan
Pewarta: Hersan