PKL TAMAN BURUNG SINGKAWANG TIDAK SESUAI PERDA, KENAPA TETAP DIBIARKAN?

by -4,650 views
kawasan taman burung singkawang
Reaktifnews.com - Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama sejumlah Kepala OPD meninjau Taman Burung Kota Singkawang, Rabu (6/1/2021) lalu dan aktivitas PKL kawasan dimaksud hingga memasuki tahun 2024 (sekarang).

REAKTIFNEWS.COM, SINGKAWANG – Keberadaan PKL Taman Burung dan Mess Daerah Singkawang yang sudah 5 tahun berdiri, tetap dibiarkan kumuh, semrawut, sudah banyak melenceng dari peraturan daerah (PERDA) No.1 tahun 2016 tentang : Ketertiban Umum, sampai saat ini nyaris tak pernah tersentuh penertiban dan penataan pihak aparat pemerintah Kota Singkawang.

Bahkan, investasi bantuan gerobak dari APBD yang merupakan proyek dari Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Singkawang saat waktu lalu yang mencapai ratusan juta rupiah menjadi mubazir karena kebanyakan gerobak telah banyak beralih fungsi, dari tempat berjualan menjadi hanya sekedar penghalang aktivitas lalu-lalang kendaraan dan pejalan kaki.

Lebih lanjut, Rencana penataan PKL Taman Burung yang sejak selama digaungkan oleh mantan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie pada 2021 silam, sampai saat ini masih hanya sebatas wacana yang cenderung “stagnan” alias diam ditempat/tidak ada perkembangan.

Alih-alih mau ditata saat periode Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie yang nampak justru malah pembiaran, seolah PKL Taman Burung dan Mess Daerah menjadi ‘haram’ untuk ditata. Bahkan saat itu Tjhai Chui Mie sudah berulangkali menyampaikan ide/gagasan konsep penataan PKL Taman Burung dan Mess Daerah kepada masyarakat serta DPRD dan Pemkot Singkawang, tapi sayangnya hanya sekedar diapresiasi tanpa ada realisasi.

Seorang warga Singkawang, Dwi, saat dimantai komentarnya mengatakan kepada Reaktifnews.com tidak tahu persis kendala Pemkot Singkawang. Dia hanya mengetahui bahwa kawasan Taman Burung dan Mess Daerah merupakan area publik serta kawasan cagar budaya dan PKL dimaksud selama ini terkesan sangat leluasa beraktivitas di kawasan itu.

“Saya tidak tahu maunya dan kendala pemerintah kota dalam menata PKL di Singkawang umumnya dan kawasan Taman Burung itu apa sebenarnya. Padahal dulu saat periode walikota Tjhai Chui Mie bersama pihak terkait sudah meninjau langsung dan konsepnya sudah digaungkannya. Masa iya pemkot tidak malu wajah kotanya kumuh seperti itu? Kalau saya dan warga masyarakat kota Singkawang tentu merasa prihatin melihat etalase kota kondisinya seperti itu,” ujarnya, Sabtu (25/5).

Akibat adanya “pembiaran” terhadap keberadaan PKL Taman Burung, akhirnya menimbulkan kebebasan untuk PKL di kawasan lain dan rasa ketidakadilan serta perlakuan diskriminatif pihak pemkot kepada para PKL dikawasan lain yang selama ini sering menjadi “bulan-bulanan” Satpol PP.

“Kami tentu saja tidak terus berkompromi dengan hal hal yang membuat kota semerawut, kita menjadi harus lebih baik, dan ingat komitmen pemerintah itu harus sama apa yang dipikirkan rakyat. Jika masih ada kekhawatiran kita memungkiri komitmen maka masih ada ada gap (kesenjangan) harusnya tidak ada gap,” begitu kata Pj. Wali Kota Singkawang Sumastro saat acara sosialisasi Pemkot serta Forkopimda Singkawang dihadapan PKL Taman Burung dan Mess Daerah di Kantor Wali Kota Singkawang beberapa saat lalu. (TIM-RN)

Editor: Topan
Sumber: Reaktifnews.com/net

No More Posts Available.

No more pages to load.