Rawan Kejahatan, Budaya Siskamling Kian Luntur

by -1,358 views
pos kamling di pangmilang singkawang selatan 2019
Foto: Polda Kalbar Polres Singkawang Polsek Singkawang Selatan saat memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73 dimana Satuan Bimas Polres Singkawang adakan Lomba Pos Kamling di Wilayah Polres Singkawang pada Selasa (25/6/2019) silam. (Dok. Polres Singkawang)

REAKTIFNEWS.COM, SINGKAWANG – Tidak saja di Kota Singkawang dan Kalimantan Barat, namun hampir disetiap daerah di Indonesia diterpa fenomena dilematis lunturnya pola ketahanan sosial Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), hal ini menjadi persoalan urgen di tatanan kehidupan sosial di era modern saat ini.

“Sejak dari dulu siskamling, dari zaman leluhur kita, Siskamling menjadi pilar utama dan prakarsa masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di sekitar tempat tinggal,” ujar seorang warga, Rizal, saat ngobrol menyinggung kerawanan atas tindak kejahatan yang terjadi saat ini, Ahad malam (2/6/2024) bersama awak reaktifnews.com di Singkawang.

Menurut Rizal, eksistensi Siskamling mengalami penurunan bahkan nayris hilang dari peradaban kehidupan sosial masyarakat.

“Mungkin salah satu faktor lunturnya siskamling itu karena sebagian besar warga sekarang ini sudah mulai tidak peduli dengan aktivitas sosial di tengah masyarakat akibat terlalu sibuk dengan gadgetnya masing–masing sehingga kurang peka dengan kehidupan sosial disekitar lingkungan tempat tinggalnya,” jelasnya.

Rizal juga tidak menampik, penurunan partisipasi dalam melakukan Siskamling membawa dampak negatif terhadap kehidupan sosial dan keamanan lingkungan. Masyarakat menjadi kurang peduli terhadap tetangga dan lingkungan sekitarnya yang berakibat pada meningkatnya potensi kejahatan dan mengurangi rasa keamanan.

“Tidak cuma di kota, bahkan kejahatan pencurian misalnya, saat ini juga menyasar hingga ke perkampungan. Kalau di kampung itu umumnya tanaman siap panen yang jadi incaran,” tuturnya.

“Beda dengan kota, masyarakatnya cenderung lebih percaya pada sistem keamanan modern seperti CCTV hingga satpam profesional. Tapi tetap saja itu tidak cukup menjamin keamanan sepenuhnya, di tambah lagi kesibukan rutinitas harian mayarakat perkotaan umumnya kurang memiliki waktu berpartisipasi aktif dalam kegiatan ronda,” tambah Rizal.

Meskipun Siskamling menghadapi tantangan, namun ia menaruh harapan agar Siskmaling itu dapat kembali diaktifkan, guna membangkitkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya.

Selanjutnya alumni Fakultas Hukum UNTAN Pontianak ini juga berharap campur tangan dan perhatian pemerintah daerah dalam menggeliatkan kembali program Siskamling sekaligus sebagai wadah edukasi kepada masyarakat untuk menyadari pentingnya keamanan lingkungan.

Dengan memperkuat kembali Siskamling khususnya di Kota Singkawang, kata Rizal, masyarakat diharapkan dapat membangun hubungan sosial yang kuat, merawat lingkungan dan menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi semua.

“Tidak hanya Siskamling, Pemkot Singkawang harus juga menghidupkannya kembali program penyuluhan dan kegiatan sosial serta peningkatan kesadaran melalui media sosial, untuk merangsang partisipasi masyarakat kita,” tutupnya. (TIM-RN)

Editor: Topan
Sumber: Reaktifnews

No More Posts Available.

No more pages to load.