Singkawang: Banjir Vs Bandara, Siapa Untung, Siapa Rugi?

by -1,355 views
banjir dan bandara singkawang
Singkawang: Banjir Vs Bandara, siapa untung, siapa rugi? (net/reaktifnews/tim)

Singkawang, REAKTIFNEWS.COM

Kota Singkawang, sebuah kota yang dikenal akan keindahan alamnya yang beragam. Letak geografis Singkawang dikelilingi oleh gunung-gunung dan berdekatan dengan laut serta memiliki sungai yang mengalir dari hulu hingga hilir dan bermuara di mulut sungai (estuari).

Selain keindahan alam, potensi yang kerap dialami hingga saat ini adalah bencana banjir. Banjir merupakan bencana alam yang paling merusak dan sering kali mempengaruhi banyak daerah di seluruh dunia, termasuk bagi Kota Singkawang.

Banjir Singkawang

Berikut 7 kejadian dan fakta banjir di Kota Singkawang yang dirangkum reaktifnews.com:

  1. Ratusan rumah terendam banjir di Kota Singkawang khususnya di Kecamatan Singkawang Utara tiap tahunnya.
  2. Untuk tahun 2023 saja masyarakat Singkawang Utara diterjang banjir 3 kali di Semelagi.
  3. Memasuki Januari 2024 terjadi 1 kali banjir dan lumayan besar.
  4. Petani mengalami kerugian besar akibat puso atau gagal panen.
  5. Pintu air/bendungan dikawasan Singkawang Utara yang berusia puluhan tahun tidak pernah diperbaiki.
  6. Banjir juga mengancam kesehatan warga.
  7. Akibat banjir meliputi kerusakan properti rumah, bisnis, dan infrastruktur.

Bandara Singkawang

Sejak dimulai pada 2019 silam, pembangunan bandara di Kota Singkawang hingga saat ini terus berlanjut.

Bandara Singkawang akan memiliki runway dengan ukuran sebesar 1400 m x 30 m, taxiway 200 m x 18 m, apron 100 m x 50 m, dan gedung terminal sementara seluas 270 m2.

Berikut 8 fakta bandara Singkawang dirangkum dari berbagai sumber:

  1. Peletakan batu pertama tahun 2019.
  2. Ribuan pohon dibabat diatas Luas lahan bandara yang mencapai 151 hektare
  3. Total anggaran pembangunan yang dikeluarkan dari tahun 2019 hingga Maret 2023 adalah sebesar Rp268,8 miliar.
  4. Proyek pembangunan bandara udara di kota Singkawang Kalimantan Barat ini menghabiskan dana yang sangat besar hingga mencapai triliunan yaitu Rp 4,3 triliun.
  5. Modal untuk pembangunan bandar udara sendiri mengeluarkan dana sebesar Rp 1,7 triliun, sedangkan untuk pengoperasian bandar udara di Kota Singkawang Kalimantan Barat sendiri yaitu Rp 2,6 triliun.
  6. Para investor akan mendapatkan konsesi selama 32 tahun sehingga diharapkan para pihak swasta akan mendapatkan pendapatan dengan jumlah Rp 15,9 triliun.
  7. Pendapatan tersebut bersumber dari adanya sektor aeronautika, untuk sektor non aeronautika sebesar Rp 2,1 triliun.
  8. Penerbangan tahap awal hanya akan dilayani oleh pesawat propeller ATR 72. Spesifikasi pesawat ini merupakan pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop. Pesawat ini memiliki kapasitas hingga 78 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua kru penerbang.

Publik berharap, bandara Singkawang nantinya jangan sampai hanya menguntungkan investor atau oligarki dan akhirnya melupakan masyarakat lokal. (top/tim/RN)

No More Posts Available.

No more pages to load.