Sisa 1 Tahun, Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Harus Dikebut

by -1,298 views
gubuk di bantaran sungai kuala singkawang
Penampakan gubuk di bantaran sungai Kuala, Kota Singkawang pada Senin (30/10). Foto: Istimewa.

Singkawang, REAKTIFNEWS.COM

Upaya Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem terus dilakukan pemerintah. Kondisi kemiskinan ekstrem di Indonesia saat ini menurut data BPS 2022 sebesar 2,04 persen. Sementara berdasarkan data World Bank angka kemiskinan ekstrem sebesar 1,5 persen.

Presiden RI Joko Widodo menargetkan kemiskinan ekstrem mendekati 0 persen pada tahun 2024 dan telah mengeluarkan landasan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Inpres Nomor 4 Tahun 2022 telah mengamanatkan kepada 22 Kementerian, 6 Lembaga, dan Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah-langkah intervensi yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing untuk melakukan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Hal tersebut juga diperkuat pernyataan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono menyebut ada beberapa strategi untuk menurunkan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada tahun 2024.

Tiga strategi yang diandalkan pemerintah untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem yakni melalui pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan dan pemberdayaan masyarakat serta pengurangan jumlah kantong-kantong kemiskinan dan diikuti dengan berbagai kebijakan afirmatif baik dari sisi _refocusing_ anggaran, perbaikan data dan pensasaran, serta penguatan pelaksanaan program melalui pendekatan konvergensi.

“Dengan pendekatan konvergensi ini, maka dipastikan rumah tangga miskin tidak hanya menerima manfaat dari satu program saja, namun dari beberapa program, sehingga upaya penurunan akan menjadi lebih signifikan,” ungkapnya dikutip dari kemenkopmk.go.id saat acara Deputy Meet The Press di Kantor Kemenko Jakarta, pada Rabu (23/08/2023).

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, Reaktifnews secara tidak sengaja menemukan adanya pencitraan kemiskinan ekstrem di Kota Singkawang. Masih terdapat warga yang mendiami gubuk kumuh di bantaran sungai Alianyang Singkawang, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Selain kondisi warga yang mendiami gubuk ini sangat memprihatinkan karena berada tepat di bawah pohon dan berhampiran tempat pembuangan sampah yang jauh dari kondisi layak bahkan jauh dari kualitas hidup sehat manusia. (top)

No More Posts Available.

No more pages to load.