Tren Kekuatan Koalisi Parpol pada Pemilihan Walikota Singkawang 2024

by -897 views
tjhai chui mie di dpw pan kalbar 2024
Reaktifnews.com - Ketua DPW PAN Kalbar Boyman Harun memberikan restu dan rekomendasi langsung kepada Calon Walikota Tjhai Chui Mie berpasangan dengan Muhammadin sebagai Wakil Walikota Singkawang pada 2024 mendatang. (Foto: RN/DPD PAN Singkawang)

REAKTIFNEWS.COM, SINGKAWANG – Peta Politik di Kota Singkawang jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Singkawang 2024 masih dinamis. Namun demikian, jika mengacu pada PKPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024 maka setidaknya tinggal menyisakan 3 bulan mendatang.

Tepatnya pada Selasa, 27 Agustus 2024 KPU sudah mulai membuka Pendaftaran Pasangan Calon dan pada 22 September 2024 kemudian oleh KPU diumumkan secara resmi penetapan pasangan calon pada Pilkada serentak Tahun 2024.

Khusus perhelatan Pilkada 2024 Kota Singkawang, fenomena pergantian seorang Walikota juga akan diikuti oleh konfigurasi elit politik dan pengusaha di sekelilingnya. Partai politik, kekuatan-kekuatan politik, kelompok bisnis menyadari perlunya segera melakukan manuver agar tidak terlambat “main” dalam mempengaruhi kontestasi Walikota nanti demi kepentingan politik dan bisnisnya.

Skenario Tiga Poros

Jika dilihat dari perolehan suara partai politik hasil Pileg Kota Singkawang pada Pemilu Februari 2024 lalu, tidak ada partai yang mengantongi suara mutlak. Artinya, partai-partai seperti PDIP 5 kursi, PKB 5 kursi, PAN 4 kursi, PKS 4 kursi, Golkar 3 kursi, NasDem 3 kursi, Demokrat 3 kursi, Gerindra 2 kursi dan Hanura 1 kursi itu harus berkoalisi untuk mengusung calon pasangan Walikota Singkawang 2024 nanti.

Jika dilihat dari dinamika dan greget yang berkembang saat ini di Kota Singkawang, bisa muncul dua atau tiga poros koalisi yang akan mengusung pasangan cawako Singkawang. Poros pertama akan dimotori PDIP, poros kedua dimotori PKB dan poros ketiga merupakan embrio yang dimotori PAN atau PKS yang sama-sama memiliki 4 kursi.

Skenario diatas juga sangat mungkin berubah menjadi dua poros pada masa mendekati hari H jika nego-nego politik dan power sharing-nya bisa diatasi. Yang mungkin menjadi masalah nanti adalah siapa yang akan jadi king maker serta “komandan koalisi” dimaksud. (TIM-RN)

Editor: Topan
Sumber: Reaktifnews.com

No More Posts Available.

No more pages to load.