Waisak 2024 Kemenag Angkat Tema: Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia

by -439 views
ucapan hari raya waisak 2024
Desain grafis: Asri/Reaktifnews.com

REAKTIFNEWS.COM, SINGKAWANG – Hari ini Kamis, 23 Mei 2024 umat Buddha merayakan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 Buddhis Era (BE) dengan mengusung tema tentang kesadaran atas keberagaman. Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengajak umat Buddha untuk terus meningkatkan kesadaran bahwa negara ini berdiri di atas perbedaan dan keragaman.

“Kesadaran bahwa bangsa ini kaya akan keragaman, sangat penting untuk merawat harmoni dan kerukunan. Sebab, kerukunan adalah pra syarat pembangunan,” jelas Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik melalui Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI.

Wibowo mengajak umat Buddha menjadikan Waisak 2568 BE sebagai momentum merajut kembali kerukunan setelah dinamika pemilihan presiden dan legislatif. “Saatnya menjalin sinergi untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa ke depan,” pesannya.

Ada sejumlah sub tema yang diusung berbagai Lembaga Keagamaan Buddha, misalnya:

1. Sangha Agung Indonesia (SAGIN), “Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan Dalam Berbangsa”.

2. Sangha Theravada Indonesaia (STI), “Memperkokoh Persatuan dalam Keberagaman”

3. Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI), “Untuk Hidup Bahagia Sebagai Makhluk dan Manusia, Marilah Kita Meningkatkan Kesadaran yang diajarkan oleh Sang Buddha”.

Sebagaimana diketahui, Tri Suci Waisak ini merupakan peringatan tiga peristiwa penting yang dilalui Buddha Gautama, yakni Kelahiran Pangeran Sidharta, Pertapa Sidharta menjadi Buddha, dan Buddha Gautama Parinibbana (wafat).

Melalui Waisak, Umat Buddha dingatkan untuk selalu mengenang perjuangan Guru Agung Buddha Gautama dalam menemukan Dhamma Kebenaran Mulia yang membawa umat manusia mencapai kebahagiaan. Yaitu, kebenaran mulia atas adanya penderitaan, kebenaran mulia atas sebab penderitaan, kebenaran mulia atas jalan lenyapnya penderitaan, dan kebenaran mulia lenyapnya penderitaan. (TIM-RN)

Sumber: Humas Buddha Kemenag RI
Editor: Topan

No More Posts Available.

No more pages to load.