Warga Singkawang Mulai Khawatir Akibat Karhutla Lahan Gambut

by -1,987 views
Karhutla Singkawang 2023.
Kebakaran di lahan gambut (Karhutla) Kota Singkawang pada Juma'at (28/7). Foto: Topan.

Singkawang, REAKTIFNEWS.com

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan musim kemarau tahun ini berisiko lebih kering melebihi tiga tahun sebelumnya karena faktor La Lina yang membawa hujan lebih banyak di musim kemarau sudah menuju netral dan beralih ke El Nino yang memicu kekeringan.

Untuk itu masyarakat beserta seluruh aktivis lingkungan berharap agar Pemerintah Kota Singkawang khususnya sudah menyiapkan “instrumen” pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan diharapkan segenap pihak untuk meningkatkan “kesiapsiagaan” jelang musim kemarau kali ini.

Seperti yang terjadi kemarin pada Jum’at (28/7) di Kota Singkawang. Karhutla kemarin cukup meresahkan warga, pasalnya titik api berada cukup dekat dengan pemukiman penduduk dan bangunan sekolah.

Setidaknya terjadi 2 kasus karhutla pada Jumat kemarin yakni di kawasan Demang Akub tepatnya di samping jalan masuk menuju Kampus STKIP Kota Singkawang Kelurahan Sungai Bulan Singkawang Utara sekitar pukul 11.00 siang.

Kejadian pertama kali diketahui dilaporkan oleh seorang warga yakni Dedek Teguh. Ia langsung berinisiatif untuk menghubungi pihak BPKS guna meminta bantuan pemadaman api. Karena cuaca yang cukup panas terik dikhawatirkan menyebabkan api terus merambat dan membakar lahan yang tak lain adalah gambut.

Bahkan warga khawatir akibat hembusan angin dapat memicu api merambat lebih jauh menuju ke SMAN 6 Singkawang yang terletak bersebelahan dengan lahan kosong tersebut. Berselang beberapa waktu kemudian datanglah 3 unit mobil Pemadam Kebakaran dari BPKS Mandiri & BPKS Siaga Kota Singkawang dan dengan sigap petugas pun berjibaku memadamkan api yang kemudian tak berapa lama api dapat dijinakkan.

Kejadian serupa kembali terulang di lokasi lain yakni sore hari sekira pukul 16.00 Wib. Kebakaran lahan kali ini di kawasan jalan Nenas Perumnas Roban, tepatnya di belakang perumahan Villa Bukit Hijau Kelurahan Roban Singkawang Tengah. Area terbakar ini juga merupakan lahan gambut dan kembali menyebabkan warga sekitar menjadi was-was karena dekat dengan tempat tinggal mereka.

Lagi-lagi petugas dari BPKS segera tiba di lokasi untuk segera memadamkan api hingga malam tiba api berhasil diminimalisir sehingga tidak sampai ke pemukiman warga. Tak hanya itu, sekitar pukul 01.00 Wib dini hari kembali masuk laporan terjadinya Karhutla. Lokasinya masih tetap di belakang perumahan Villa Bukit Hijau Kelurahan Roban Singkawang Tengah.

Api yang sebelumnya membakar lahan gambut tersebut kembali menyala dan membesar hingga membuat warga sempat panik. Berkat kesigapan petugas dari BPKS Kota Singkawang api kemudian dapat dipadamkan oleh Unit BPKS Dwi Tunggal. Para petugas berupaya memadamkan api hingga pukul 05.00 pagi untuk memastikan api padam.

Mengingat musim kemarau baru dimulai di sebagian besar wilayah Indonesia dan akan segera dimulai di wilayah lainnya termasuk di Kota Singkawang, beberapa pihak diantaranya BPKS MANDIRI melalui media sosialnya juga turut menghimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan. “NOTE…!!! JANGAN BAKAR HUTAN & LAHAN DEMI KESEHATAN & KESEJAHTERAAN MASYARAKAT…”, tulisnya.

Bahkan salah seorang penggiat media sosial dan pemerhati Kota Singkawang, J. Ipung W., melalui akun Facebook miliknya “Raden Kesuma Ipung Wijanarko” meminta Pemerintah Kota Singkawang memberikan perhatian yang serius terhadap kejadian Karhutla di Kota Singkawang.

Menurutnya Pemkot Singkawang jangan sampai lamban melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menghadapi ancaman Karhutla sebelum terjadi bencana kabut asap parah di Kota Singkawang serta Karhutla yang dapat mengancam harta benda dan keselamatan warga.

Dia juga menambahkan agar penegakkan hukum bagi pembakar lahan untuk lebih tegas dilakukan. Ia menulis di postingan “Maksimalkan peran penegak hukum untuk menindak pembakar lahan, agar ada efek jera bagi mereka”.

Ipung berharap Pemkot Singkawang dan pihak terkait hendaknya turut memperhatikan unit pemadam dari BPKS Kota Singkawang dengan memberikan bantuan operasional dalam menangani Karhutla yang semakin sering terjadi. (top/RN)

No More Posts Available.

No more pages to load.