RAN PASTI Bersama Stakeholder di Singkawang Pasti Turunkan Stunting Jadi 14% Pada 2024

by -1,036 views
ketua dprd dan pj wali kota singkawang acara penyerahan bantuan orang tua asuh anak stunting kota singkawang di posyandu anggrek bintang I sanggau kulor
Ketua DPRD Sujianto bersama Pj Wali Kota Singkawang Sumastro saat acara penyerahan Bantuan Orang Tua Asuh Anak Stunting Kota Singkawang di Posyandu Anggrek Bintang I Sanggau Kulor. (Doc. Reaktifnews)

Singkawang, REAKTIFNEWS.COM

Perjalanan menuju tahun 2024 hanya menyisakan 3 bulan lagi. Di tahun itu ada hal penting yang harus dicapai, bukan soal kontestasi politik pemilihan presiden atau pileg semata, tetapi penurunan stunting yang harus mencapai target 14 persen.

Khusus di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, percepatan stunting saat ini semakin dikebut. Untuk capai target, DPRD bersama pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Plt. Camat Singkawang Timur, Lurah se-Kecamatan Singkawang Timur, Kepala UPT Puskesmas Singkawang Timur I, TNI/Polri, beserta seluruh jajaran stakeholder terus berupaya mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang diterjemahkan dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI).

Sebagaimana memastikan bahwa rencana aksi ini memperoleh hasil yang pasti pada tahun 2024 angkanya menjadi 14 persen, Ketua DPRD Kota Singkawang Sujianto dan beberapa anggota DPRD Kota Singkawang lainnya turut memberikan perhatian khusus dalam acara Penyerahan Bantuan Orang Tua Asuh Anak Stunting Kota Singkawang sebagai bentuk gerakan sosial untuk percepatan penurunan angka stunting di Kota Singkawang, Rabu (13/9/2023) di Posyandu Anggrek Bintang I Sanggau Kulor.

Di kesempatan ini, Drs. H. Sumastro M. Si selaku Pj. Wali Kota Singkawang membuka sekaligus menyerahkan Bantuan Orang Tua Asuh Anak Stunting Kota Singkawang.

“Ini merupakan program gerakan gotong royong seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat penurunan stunting yang menyasar langsung keluarga berisiko stunting,” terang Ketua DPRD Sujianto kepada REAKTIFNEWS, Kamis (14/9/2023).

Selanjutnya, kata Sujianto adalah konvergensi pencegahan stunting, yaitu program pemerintah melalui dinas atau lembaga yang beririsan dengan stunting bisa dikuatkan. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebaiknya diberikan kepada yang berisiko stunting, serta ketahanan pangan.

“Ini bagus sekali. Dan ini merupakan implementasi ideologi, bahwa kita harus berdikari dalam bidang ekonomi termasuk pangan, hingga pemenuhan gizi yang cukup untuk masyarakat,” ungkap Sujianto yang juga dikenal selaku Ketua DPC PDIP Kota Singkawang ini.

Karenanya, Sujianto menyatakan, salah satu tugas partai politik adalah ikut serta memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

“Bukan hanya membicarakan masalah politik, tapi di setiap rapat partai juga kami selalu menyuarakan bagaimana kader-kader partai kita bicara terkait dengan masalah kesehatan. Bicara terkait masalah stunting bicara terkait dengan permasalahan rakyat,” tegasnya.

Sujianto juga mengapresiasi upaya pencegahan stunting yang dilakukan Pemkot Singkawang sejauh ini diantaranya melalui Program Orang Tua Asuh Anak Stunting semisal lewat Bantuan Orang Tua Asuh berupa Donasi berbentuk uang yang diberikan ke Posyandu se-Kota Singkawang dengan berpedoman sesuai Surat Keputusan Walikota  pada 28 Agustus 2023 lalu.

“Kita berharap tidak ada lagi daerah atau wilayah di Kota Singkawang yang kekurangan pangan. Karena penyebab seseorang terkena stunting itu kurangnya asupan gizi,” pungkasnya. (top)

No More Posts Available.

No more pages to load.