Sekda dan Kadis DPKPP Singkawang Ajak Milenial Jadi Bagian dari GRATIEKS

by -1,067 views
Bimtek Gratieks di Kota Singkawang.
Bimtek GRATIEKS di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. (Foto: Kris)

REAKTIFNEWS.COM, Singkawang Kota – Bertempat di Hotel Dangau Resort Singkawang, Balai Karantina Kelas I Pontianak mengadakan Bimbingan Teknis Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian Kepada Petani dan Calon Eksportir Milenial Dalam Rangka Pencapaian Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS) di Kalimantan Barat yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Singkawang Drs. H. Sumastro, M.Si., Senin (03/10/2022).

Hadir pada acara bimtek yang berlangsung di Hotel Dangau Resort Singkawang tersebut Anggota Komisi IV DPR RI, Kepala Balai Karantina Kelas 1 Pontianak drh. Amir Hasanudin, M.M., Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Singkawang, Dwi Yanti, ST, MT., Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sintete, dan masing-masing pimpinan stakeholder yang terkait dalam acara ini.

Saat memberikan sambutan, Sekda Kota Singkawang mengatakan sebagaimana diketahui Provinsi Kalimantan Barat mendapat peringkat 4 Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 dengan Kategori Nilai Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi dari Wakil Presiden Republik Indonesia pada bulan September 2021.

“Keberhasilan ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan dengan berbagai upaya yang dilakukan,” pinta Drs. H. Sumastro, M.Si.

Lanjut Sekda Kota Singkawang, berbagai komoditas pertanian Kota Singkawang juga turut andil dalam ekspor yang dilakukan Kalbar ke berbagai negara tujuan yang diketahui bernilai ekspor setidaknya mencapai Rp 3,6 triliun selama tahun 2020 dan tahun 2021. Kinerja ekspor Kalbar selama tahun 2021 mengalami peningkatan 2 kali lipat atau setara 243%.

“Ini merupakan suatu kebanggan, terutama bagi kita di Kalimantan Barat. Terbukti hasil pertanian yang kita miliki sangat banyak dan memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Saya berharap bimtek ini dapat menghasilkan kebijakan maupun program yang dapat mendukung para petani, pelaku usaha, dan juga eksportir, agar mampu bersaing dan meningkatkan daya ekspor ke luar negeri,” harap Sekda Kota Singkawang ini.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Kelas I Pontianak, Amir Hasanuddin, M.M., menjelaskan salah satu program Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yaitu peningkatan komoditas ekspor pertanian. Oleh karena itu, Kementan RI menargetkan peningkatan ekspor melalui Program Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS).

“Untuk mencapai tujuan ini perlu ada komitmen bersama, dari hulu hingga hilir. Saya berharap kegiatan bimtek ini bisa menghasilkan suatu rumusan maupun menjadi wadah bagi para pelaku eksportir untuk bisa meningkatkan daya saing dalam peningkatan ekspor kedepannya,” kata Amir Hasanuddin.

Di tempat yang sama Kadis DPKPP Singkawang Dwi Yanti, mengapresiasi sambutan baik dari pemerintah untuk pendampingan ekspor untuk wilayah perbatasan negara yang dalam hal ini juga turut didukung oleh Komisi IV DPR RI kali ini.

Dikatakan Dwi Yanti kepada REAKTIFNEWS bahwa generasi milenial memiliki ciri berpikir strategis, inspiratif, inovatif, energik, antusias, dan fasih mengadopsi teknologi digital dalam beragam aspek bisnis sehingga diprediksi menjadi pembawa pembaruan dalam pembangunan pertanian.

Dwi Yanti berharap kaum muda khususnya di Kota Singkawang bisa menjadi benteng pembangunan pertanian, terutama dalam hal peningkatan ekspor pertanian.

“Dengan kekayaan alam yang kita punya, sekarang tinggal bagaimana kita dapat menghadirkan kecerdasan mengolah itu,” ungkap Kadis DPKPP Singkawang yang cantik ini.

Dwi Yanti juga mengajak seluruh masyarakat termasuk kaum milenial Kota Singkawang khususnya untuk menerapkan pola makan sehat dengan turut mengkampanyekan peningkatan konsumsi pangan lokal di Singkawang.

Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama Kementerian Pertanian (Kementan) akan siap mendukung penuh upaya peningkatan konsumsi pangan lokal. Sosialisasi juga telah dilakukan lewat berbagai acara Tani di Singkawang.

“Menjadi sehat itu sangat penting, sehat harus dari pikiran, sehat harus dari hati, tapi sehat juga ditentukan dengan apa yang kita konsumsi. Kita bisa sehat kalau makanannya sehat, makanan yang sehat itu makanan yang secukupnya dibutuhkan, dan memenuhi gizi yang ada, salah satu bentuknya adalah pangan lokal” terang Dwi Yanti.

Kota Singkawang memiliki keragaman pangan lokal yang luar biasa, potensi tersebut diharapkan Dwi Yanti telahpun dioptimalkan Pemkot Singkawang bersama DPKPP yang bertujuan untuk mendorong pangan lokal sebagi bagian dari budaya yang harus dijaga secara bersama- sama.

“Selain nasi, ubi ubian itu menjanjikan, makanan lokal di kita ini bervariasi oleh karena itu saya ingin kita semua dapat mengatakan makanan lokal adalah bagian dari budaya bangsa yang harus kita jaga. Ayo kita tingkatkan potensi dan produksi pertanian bersama,” tutup Dwi Yanti. (Topan/Wahyudi/Asri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.