Pemkot Singkawang Masih Berjibaku Urus Stunting, Pontianak Dapat Insentif Rp 12,8 Miliar

by -655 views
piagam insentif stunting pemkot pontianak
Piagam penghargaan Alokasi Insentif Fiskal Tahun Berjalan 2023 untuk Pemkot Pontianak atas keberhasilan dalam percepatan penurunan Stunting di Kota Pontianak. FOTO: prokopim

Singkawang, REAKTIFNEWS.COM

Ragam upaya penurunan stunting Kota Singkawang dilakukan diantaranya dengan menetapkan Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Kota Singkawang Tahun 2023.

Setidaknya terdapat 10 Kelurahan mencakup 3 Kecamatan di Kota Singkawang yakni di Singkawang Utara, Singkawang Timur dan Singkawang Tengah yang menjadi lokasi fokus intervensi penurunan stunting tahun 2023 yakni Kelurahan Setapuk Kecil dengan faktor resiko (prevalensi) stunting tertinggi yakni 28,57%, Kelurahan Condong 26,37%, Sanggau Kulor 25,70%, Semelagi Kecil 24,29%, Sekip Lama 23,85%, Sungai Wie 21,31%, Sungai Rasau 21,21%, Kelurahan Jawa 19,47%, Sungai Bulan 18,39%, dan Bukit Batu yakni 16,55%.

Sebelumnya juga Pemkot Singkawang telah melibatkan gerakan sosial kemanusiaan yang melibatkan ASN di lingkungan Pemkot Singkawang sesuai pangkat dan golongan ASN. Partisipasi para ASN ini dinilai tiap paket senilai Rp150 ribu yang terdiri dari Eselon II sebanyak 10 paket, eselon III 5 paket, fungsional setara eselon IV sebanyak 3 paket, termasuk para staf sebanyak 1 paket.

Pemkot Singkawang beralasan keterbatasan anggaran serta butuh waktu yang lama untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat.

Pemkot Pontianak Sukses Tekan Stunting

Apresiasi diberikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang meraih Penghargaan Kinerja Tahun Berjalan Kategori Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pada Tahun Anggaran 2023 sesuai Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2023 berupa pemberian Insentif Fiskal atas keberhasilan percepatan penurunan stunting dan penurunan angka kemiskinan di Kota Pontianak.

Kota Pontianak meraih rangking tertinggi dari 89 kota se-Indonesia karena berhasil menurunkan angka stunting. Capaian keberhasilan itu mendapat reward dari pemerintah pusat berupa dana insentif sebesar Rp6.987.558.000.

Tak hanya itu, dana insentif sebesar Rp5.852.646.000 juga diberikan kepada Kota Pontianak atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan, sehingga total dana insentif yang diterima sebesar Rp12.840.204.000. Dana insentif itu langsung diserahkan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Jakarta dengan disaksikan sejumlah menteri, Jumat (6/10/2023) lalu.

Wali Kota Pontianak Edi Kamtono mengucapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Pontianak serta seluruh jajaran perangkat daerah, lembaga dan kelompok masyarakat, mitra pembangunan yang telah berperan aktif dalam upaya menurunkan angka stunting dan menurunkan kemiskinan ekstrem di Kota Pontianak.

“Saya yakin dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan dan komitmen bersama semua pihak, angka stunting akan dapat diturunkan menjadi 14 persen di tahun 2023 dan di tahun 2024 ditargetkan bisa turun di bawah 14 persen,” ujarnya, Minggu (8/10/2023) kepada media. (Top)

No More Posts Available.

No more pages to load.