Banjir di Singkawang Terus Terulang, Hatta: Harus Ada Atensi dan Solusi..!

by -1,672 views
banjir kota singkawang pada minggu 3 desember 2023
Banjir di kawasan Jalan Gunung Sari serta beberapa kawasan lain di Singkawang, Sabtu (3/12/2023). Foto: Paralesta/RN.

Singkawang, REAKTIFNEWS.COM

Banjir masih menjadi polemik belum tuntas di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Komunitas Pecinta Alam (KPA) Paralesta Kota Singkawang melalui pembinanya Atha Athar Yudhistira meminta semua pihak serius dan memberikan atensi serta mencarikan solusi atas masalah banjir di Kota Singkawang ini.

“Banjir ini pun akibat sampah. Kita tidak disiplin. Kita marah karena mungkin sebagian dari kita sudah berupaya disiplin. Termasuk taat membayar pungutan sampah ini,” ujar Hatta disela kegiatan aksi peduli lingkungan bersama KPA Paralesta, Senin (4/12/2023).

Penanganan banjir disebut Atha harus dibarengi atensi serius dan tidak hanya sebatas slogan. Hatta mengatakan kerja langsung di lapangan harus dapat dibuktikan.

“Penanganan ini tidak omong-omong, bukan surat-suratan edaran, tidak slogan. Nah ini yang komunitas kami kerjakan, turun ke bawah. Mengetuk rumah warga dan mendidik masyarakat untuk tidak membuang (sampah ke sungai dan saluran),” ujar Hatta.

Pada akhir pekan ini banjir kembali mengintai dan menghantui sejumlah wilayah Singkawang. Bahkan pada Minggu (3/12/2023) sekitar pukul 14.15 WIB, Wilayah Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat dan sekitarnya kembali banjir. Tanpa harus menunggu lama air melimpah hingga ruas jalan dan pemukiman penduduk.

“Air meluap, selain dialami beberapa kawasan lain termasuk pada RT 54 Gunung Sari bahkan terpantau hingga ke jalan protokol Ahmad Yani dan Diponegoro (persimpangan Mahkota Hotel) sana. Kedalamannya hingga seukuran betis orang dewasa bahkan,” tuturnya.

“Bahkan rumah saya mulai dapur hingga kamar habis terendam banjir, air masuk. Ini luberan parit drainase samping surau tidak mampu menahan debit air, padahal parit drainase itu cukup dalam dan lebar,” katanya.

Lanjutnya, jika ditelusuri lebih lanjut kondisi banjir ini juga diantaranya sebab minimnya kerja-kerja pengangkatan sedimen parit. “Harusnya sedimen di parit ini jadi perhatian, diangkat, lancarkan sampai ke saluran-saluran sekunder, primer menuju ke laut sana,” tegasnya.

Ia juga menyinggung agar Pemkot Singkawang mestinya memperbanyak pekerjaan yang bersifat OP, bukan proyek-proyek besar yang faktanya hari ini lebih diutamakan. “OP yang harus diperbanyak. Silahkan proyek besar tapi pakai APBN atau DAK saja. Sedangkan APBD buat yang kecil-kecil itu tadi termasuk rehab saluran,” terangnya.

Selain itu disebut Atta bahwa proyek-proyek besar pada umumnya hanya menguntungkan si kontraktor dan sang pemberi kegiatan saja. “Proyek besar cuma nguntungkan pemborong dan si bosnya saja,” sebutnya.

“Kawan-kawan yang kerja OP itu kebanyakan karena pokir dewan. Nah ini juga akhirnya membuat dinas tidak mikir OP ini, padahal OP bermanfaat dan terasa dampaknya walau sekedar proyek kecil,” pungkasnya.

Atha berharap jangan sampai pemerintah pura-pura tidak mengerti apa yang harus diperbuat, sebab pola permasalahan dan solusi penanganan banjir di wilayah Singkawang pada dasarnya tidak jauh berbeda. (top)

No More Posts Available.

No more pages to load.