Banjir Singkawang: Perbesar Ruang Air, Peran Aktif Semua Pihak

by -736 views
banjir di singkawang utara 2024
Banjir di Singkawang Utara beberapa waktu lalu selain menggenangi rumah warga dan lahan pertanian juga turut merendam pemakaman muslim di kawasan tersebut. (reaktifnews.com)

REAKTIFNEWS.COM, Singkawang – Upaya membangun kesadaran warga terhadap bencana banjir yang terjadi di Kota Singkawang khususnya di Semelagi Kecamatan Singkawang Utara sama pentingnya dengan membangun sarana fisik pengendali banjir, termasuk diantaranya memperbesar ruang air.

Penanggulangan banjir di Singkawang perlu peran aktif, bukan hanya dari pemerintah maupun masyarakat, melainkan juga seluruh stakeholder yang terlibat.

Diketahui bahwa banjir disebabkan oleh kegiatan manusia yang menyebabkan perubahan tata ruang, curah hujan yang tinggi, dan degradasi lingkungan.

Di sisi lain, upaya Pemkot Singkawang selama ini dipandang berbagai pihak masih belum sepenuhnya dapat berjalan dan terimplementasikan dengan baik sehingga seringkali tidak efektif.

Meskipun demikian, sejauh ini tidak sedikit pula usaha-usaha yang dilakukan Pemkot Singkawang dalam rangka mengendalikan dan menanggulangi banjir.

Misalnya melalui peningkatan kapasitas sungai Singkawang, mengalihkan aliran sungai, merehabilitasi drainase, serta pengerukan. Namun itu saja tidak cukup, harus ada upaya-upaya lain termasuk partisipasi masyarakat supaya jangan mengotori atau menambah bahan-bahan yang dapat menyebabkan erosi.

Selain itu, diperlukan perencanaan matang dari dinas teknis terkait untuk mengantisipasi dan mengatasi bencana banjir itu sendiri.

Dari segi hukum, Pemkot Singkawang juga harus menyiapkan MoU atau kebijakan-kebijakan dalam program penanggulangan banjir, misalnya terkait lahan masyarakat yang nantinya terpaksa terkena proyek pemerintah saat akan mengatasi banjir.

Tanggul jebol di Semelagi jadi ancaman serius

Persoalan jebolnya tanggul di Semelagi Kecil wilayah Singkawang Utara beberapa waktu lalu harus segera ditindaklanjuti bersama.

“Ini hal utama karena semakin lama ditindaklanjuti maka kekhawatiran akan inflasi beras di kota Singkawang semakin terancam,” ujar Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Singkawang, Dwi Yanti, Senin (29/1) kepada media.

Ia menjelaskan, Singkawang Utara khususnya Semelagi Kecil merupakan daerah yang dikenal memiliki lahan pertanian yang cukup luas yakni sekitar lebih dari 200 hektare.

“Tiap tahun jika kondisi normal, petani bisa menghasilkan 3-4 ton per hektare,” terangnya.

“Tanggul di kawasan itu perlu ditindaklanjuti. Jika tidak segera maka dikhawatirkan bisa mengancam inflasi beras di Singkawang,” pungkasnya. (top/tim/RN)

No More Posts Available.

No more pages to load.