Usai Jadi Polemik, 4 Tuntutan H-MAS Soal Desain Pagar Kantor Wali Kota Singkawang Disetujui

by -7,320 views
massa menyampaikan tuntutan soal penolakan atas ornamen pagar kantor wali kota singkawang
Pj Wali Kota Singkawang, Sumastro saat berdialog dengan elemen H-MAS di Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (11/12). Foto: Topan

Singkawang, REAKTIFNEWS.COM

Puluhan perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Singkawang (H-MAS) melakukan unjuk rasa di Kantor Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada Senin (11/12) pagi.

Para pengunjuk rasa diantaranya dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pemuda Muslim Indonesia (PMI) serta masyarakat Kota Singkawang. Dalam aksi tersebut ada 4 tuntutan yang disuarakan para pengunjuk rasa. Apa saja isinya?

4 tuntutan H-MAS berkaitan dengan penolakan desain pembangunan pagar Kantor Walikota Singkawang. Pj Wali Kota Singkawang Sumastro pada sesi pertemuan kedua di Basement Kantor Wali Kota Singkawang kemudian telah menyetujui seluruh tuntutan para pengunjuk rasa tersebut.

Berikut 4 tuntutan H-MAS yang dirangkum reaktifnews.com :

1. Menolak desain pagar Pemkot Singkawang dengan simbol/lambang etnis tertentu.

2. Merubah desain pagar dengan desain lambang Pemkot Singkawang serta merubah bentuk persegi yang sudah ada menyesuaikan dengan lambang Pemkot.

3. Meminta Pemkot Singkawang untuk menjaga kondusifitas Kota Singkawang dengan tidak membuat sesuatu yang dapat menimbulkan polemik di Kota Singkawang.

4. Meminta pemerintah dan DPRD Kota Singkawang untuk menyetujui tuntutan dengan komitmen memberikan jangka waktu penyelesaian perubahan desain dalam waktu 3 hari (3×24 jam).

Selain itu H-MAS juga menegaskan jika dalam tempo waktu yang sudah ditentukan, pemerintah Kota Singkawang tidak melaksanakan dan melakukan perubahan pada desain pagar Pemkot Singkawang maka pihak H-MAS selaku masyarakat Kota Singkawang akan melakukan pembongkaran secara paksa.

Salah seorang pengunjuk rasa yang juga anggota PMI Singkawang, Muhammad Sukri mengatakan kepada Reaktifnews.com agar pemerintah jangan meremehkan keseriusan anak muda dan masa depan bangsa.

Diingatkannya, unjuk rasa hari ini menyiratkan pesan agar pemerintah berpikir jangka panjang dalam mengelola isu-isu terkait suku, agama, ras, dan antargolongan di kota Singkawang khususnya.

“Sebagai kaum terdidik, dan mulai melek dengan dinamika global maka apa yang terjadi hari ini sangat kami sesalkan. Kecemasan kami tidak semata untuk hari ini, tapi juga masa yang akan datang nanti,” tuturnya.

Disebutkan pula bahwa pihak H-MAS akan tetap mengawal kesepakatan yang baru saja disetujui bersama tersebut dan diharapkan agar pemkot dan pihak terkait merespon dengan tindakan nyata sehingga kisruh yang terjadi tidak semakin berkepanjangan.

“Otoritas harus merespon tuntutan diatas, dengan tindakan nyata, bila menghendaki kepercayaan dari masyarakat dan kaum muda. Khusus masalah ini akan terus kami kawal,” pungkas Sukri. (top/yd)

No More Posts Available.

No more pages to load.